Berita NTT

Wajah Baru PT Pelindo Tenau Kupang Pasca Merger

Beberapa orang buruh pelabuhan terlihat sibuk membantu proses bongkar muatan dari sebuah kapal yang tersandar di pelabuhan.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Rey Rebon
BONGKAR MUAT- Suasana proses bongkar muat barang di Pelabuhan Tenau Kupang. 

Hal ini, ujar Agus, merupakan dampak nyata dari mergernya beberapa perusahaan Pelindo di bawah satu naungan yakni PT Pelindo.

Selain itu, transformasi juga dilakukan pada internal PT Pelindo sendiri seperti; peningkatan skill operator, pergantian beberapa aplikasi pembayaran jasa.

Hingga saat ini, PT Pelindo Tenau Kupang menjadi pelabuhan yang memberikan kontribusi terbesar untuk PT Pelindo Regional Bali-Nusra.

Pada tahun 2021 lalu, PT Pelindo Tenau Kupang berhasil menembus angka 121.000 fit dari anggaran rencana yakni  96.000 fit atau naik sekitar 21 % . Capaian tersebut merupakan dampak langsung mergernya beberapa perusahaan PT Pelindo.

Pasca merger, PT Pelindo Port of Tenau Kupang semakin moncer dalam mendukung semua kegiatan perekonomian daerah, mendukung semua konsep percepatan distribusi barang melalui logistik serta mendukung program pemerintah daerah serta asosiasi negara seperti HIPMI, Kadin, APINDO, Gapensi, dan lain-lain.

Melalui kerjasama dengan instansi terkait lainnya, beber Agus, PT Pelindo Port of Tenau Kupang bertekad NTT mengembangkan dan mewujudkan cita-cita Gubernur NTT dengan tagline " NTT Bangkit, NTT Sejahtera".

 Peningkatkan pelayanan tersebut, PT Pelindo Port of Tenau Kupang juga mendukung penuh program Gubernur NTT dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan, pertanian, peternakan, ekonomi dan bidang lainnya.

Sebelumnya, kinerja Box Crane Hour (BCH) PT Pelindo Tenau Kupang di bawah angka 20 box per jam (sekitar 16 hingga 19 box). Namun pada hari ini, kinerja  BCH PT Pelindo Tenau Kupang sudah mengalami kemajuan pesat di mana bisa melakukan aktivitas bongkar-muat per crane mencapai 25 hingga 30 box per jam.

Pelindo sebagai muara atau katalisator pintu gerbang perekonomian harus menjadi mediator seluruh logistik barang yang terjadi di Kupang dan NTT pada umumnya.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng seluruh pihak untuk meningkatkan percepatan pendistribusian arus barang dari pelabuhan ke pemilik barang.. 

Dikatakan Agus, logistic cost di Indonesia terkesan mahal. Menurut data yang diperoleh dari kantor pusat bahwa biaya logistic Indonesia sebesar 24 % . Jika dibandingkan dengan negara lain sebesar 11 % .

Dengan demikian, melalui penggabungan (merger) beberapa perusahaan ini Indonesia dapat menyesuaikan biaya logistic dengan negara lain. 

Orang nomor satu PT Pelindo Tenau Kupang ini mengambil beberapa kebijakan yakni meningkatkan semangat, etos kerja, disiplin, dan SDM manusia.

Wajah baru lain dari Pelindo Tenau Kupang yakni membuka 2 pintu yang secara khusus memisahkan pintu masuk-keluar bagi penumpang dan logistik.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved