Berita Alor

Calon Pendeta Cabuli Anak di Alor Kategori Kejahatan Kemanusiaan

Pemerhati anak dan perempuan NTT, Ana Waha Kolin, menyebut tindakan Calon Pendeta Sepriyanto Ayub Snae masuk kategori kejahatan kemanusiaan. 

Editor: Edi Hayong
Youtube
Ilustrasi pencabulan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Calon Pendeta atau Vikaris dari Majelis Sinode GMIT, Sepriyanto Ayub Snae (SAS) melakukan pencabulan terhadap belasan anak di Alor.

Aksi Calon Pendeta yang bertugas di Alor tersebut dikategorikan kejahatan kemanusiaan

Aksi bejat Calon Pendeta itu yakni dengan melakukan pencabulan terhadap belasan anak di Kabupaten Alor, NTT.

Baca juga: Tak Ada Ruang Restoratif Justice untuk Kasus Kekerasan Seksual di Alor

Lebih-lebih, aksi bejat Calon Pendeta Sepriyanto Ayub Snae dilakukan dilingkungan Gereja yang digunakan sebagai tempat tinggalnya.

Terhitung, sudah 14 orang menjadi korban dari aksi bejat Calon pendeta Sepriyanto Ayub Snae. Ada 10 orang dari jumlah itu merupakan anak-anak. 

Pemerhati anak dan perempuan NTT, Ana Waha Kolin, menyebut tindakan Calon Pendeta Sepriyanto Ayub Snae masuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan

"Ini masuk dalam kejahatan kemanusiaan karena korban begitu banyak. Jangan sampai masih ada korban-korban lainnya," jelas Ana Waha Kolin, Selasa 20 September 2022 malam. 

Kejahatan ini seperti fenomena gunung es. Oleh karena itu, dia berharap agar aparat penegak hukum (APH) bekerja maksimal.

Baca juga: Perangi Stunting dan Tingkatkan Literasi, Kapolsek Alor Barat Daya Jadi Orangtua Asuh Anak-Anak

Selain itu, Ana Waha Kolin bermaksud agar penyelesaian kasus ini menjadi lebih jelas. Disamping itu, orang tua agar lebih ekstra hati-hati melindungi anak-anaknya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved