Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 20 September 2022, Hidup Rohani yang Seimbang

Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Hidup Rohani yang Seimbang.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMISI KOMSOS K. PADANG
SAUDARA YESUS - Ilustrasi. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya.” 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Hidup Rohani yang Seimbang.

Pihak Dei Verbum Inspirasi Hidup menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk Kitab Amsal 21:1-6 10-13, dan bacaan Injil Lukas 8:19-21, Peringatan Santo Andreas Kim dan Paulus Chong.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 20 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

"Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan Tuhan daripada korban ... Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut... Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru" (Ams. 21:3.6.13).

Nabi Amos mengkritik umat Israel yang tidak melakukan hal yang benar. Hidup rohani yang baik itu tampak dalam hidup yang benar dan adil.

Orang yang dekat dengan Tuhan tidak akan menipu. Dia juga akan membantu oran glain sejauh ia bisa. Dengan kata lain, hidup rohani harus menjadi nyata dalam sikap dan kata.

Kritikan Amos ini juga dikenakan kepada kita. Kita bisa menilai sejauh mana hidup rohani kita. Jika kita hanya berdoa, sedangkan kata-kata, sikap dan perbuatan kita tetap jahat, tidak benar, dan tidak adil, maka hidup rohani kita sebenarnya masih jauh dari sempurna. Kita perbaiki.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 20 September 2022, Bangga Menjadi Saudara Yesus

Dalam Injil, Yesus menyatakan bahwa ibu dan saudara-saudarinya adalah mereka yang melaksanakan Firman Allah.

Marilah kita wujudkan persaudaraan kita ini dengan menjadi pelaku Firman allah yang setia. Hal ini juga akan mempersatukan kita semua. Mari eratkan persaudaraan kita.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved