Perang Rusia Ukraina

Tuduh Negara Barat Kaki Tangan Kejahatan di Kyiv,Diplomat Rusia Sebut Amerika dan Inggris Menjijikan

Moskow menuduh Barat jadi kaki tangan Kejahatan Kyiv karena pasok senjata ke Ukraina. Bahkan Diplomat rusia sebut Amerika dan Inggris Menjijikan

Editor: Adiana Ahmad
TASS/ AP Foto/John Minchillo
Rusia Tuduh Negara Barat kaki tangan kejahatan Kyiv/ Diplomat Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky - Sebut Negara Barat Kaki Tangan Kejahatan Kyiv, Diplomat Rusia sebut Amerika dan Inggris menjijikan 

POS-KUPANG.COM - Hubungan Rusia dengan Negara-Negara Barat yang digawangi Amerika Serikat dan Inggris terus memanas. Terkini, Diplomat Rusia yang bertugas sebagai Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dmitry Polyansky menuduh Negara Barat sebagai Kaki Tangan Kejahatan di Kyiv karena memasok senjata ke Ukraina.

Bahkan Diplomat Rusia itu menyebut Amerika dan Inggris menjijikan.

Dalam tuduhannya, Dmitry Polyansky mengatakan senjata artileri dan sistem roket jarak jauh yang dipasok Negara Barat ke Ukraina menyeret mereka sebagai kaki tangan kejahatan Kyiv.

Dalam tulisannya di akun Twitternya Minggu 18 September 2022, Polyansky menyebut memberikan artileri jarak jauh dan peluncur roket kepada rezim Kyiv, membuat Negara Barat menjadi kaki tangan kejahatan Nazi-Ukraina terhadap warga sipil

Baca juga: Sri Mulyani Ingatkan Dunia,Krisis Pangan Akibat Pandemi & Perang Rusia Ukraina Bisa Berlangsung Lama

"Menjijikkan bahwa pasokan senjata adalah proyek bisnis yang menguntungkan bagi AS dan Inggris," imbuhnya.

"Di mana 'nilai-nilai Barat' yang terkenal itu?," katanya.

Seperti diketahui, ada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass.

Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut.

Baca juga: Dampak Buruk Perang Rusia Ukraina Dirasakan Prancis & Italia, Moskow Singgung Teknis,Italia: Bohong!

Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky

Setelah itu, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap individu dan badan hukum Rusia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved