Berita Lembata

Di Sidang PBB, Yoris Wutun, Anak Lembata, Suarakan Kesulitan Akses Air Bersih dan Bencana Alam NTT

respon Yayasan Plan Internasional Indonesia dan NGO lainnya dalam mendukung kehidupan rumah tangga para penyintas

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK ISTIMEWA
YORIS - Yoris Wutun (21) sudah berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri event Transforming Education Summit yang merupakan bagian dari Agenda Sidang Umum PBB ke-77 di New York pada 15-22 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo 

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Yoris Wutun (21) sudah berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri event Transforming Education Summit yang merupakan bagian dari Agenda Sidang Umum PBB ke-77 di New York pada 15-22 September 2022.

Pemilik nama lengkap Gregorius Yosep Laba ini sebelumnya merupakan satu dari empat orang yang terpilih dalam program Youth for Education in Emergencies Global Youth Panel (Youth4EiE GYP).

Program ini merupakan pilot project kerja sama Plan International Inggris dan Plan International di 8 negara pilot project dengan dukungan dari Education Cannot Wait (EWC) yang merupakan lembaga donor pendidikan darurat terbesar di dunia.

Baca juga: Dinas Pertanian Lembata Serahkan Alsintan Aspirasi Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat

Kedelapan negara pilot project itu antara lain, Indonesia (Regional Asia), Mali (Regional Afrika Barat), Malawi (Regional Afrika Timur), Zimbabwe (Regional Afrika Selatan), Ekuador (Regional Amerika Latin), Lebanon (Regional Timur Tengah), Inggris (Regional Eropa), dan Amerika Serikat (Regional Amerika Utara).

Yoris yang berasal dari desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata ini pun merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang diutus untuk berbicara di forum internasional tersebut.

Pada 17 September 2022, alumnus SMAN 1 Nubatukan ini bersama perwakilan Youth4EiE GYP berpartisipasi dalam Event Youth  Solution Day Transforming Education Summit di UN Headquarter. 

Dalam forum ini, dia sempat menyampaikan beberapa hal seperti siklon seroja sebagai bencana iklim di NTT, akses Air bersih yang sulit di NTT, kondisi para penyintas bencana di NTT, respon Yayasan Plan Internasional Indonesia dan NGO lainnya dalam mendukung kehidupan rumah tangga para penyintas.

“Tantangannya yakni sumber penghidupan dan keterbatasan penyediaan nutrisi dan peningkatan serta transparansi pendanaan (dari lembaga donor), carry over program dari NGO oleh pemerintah,” kata Yoris yang dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu, 18 September 2022.

Baca juga: UPDATE El Tari Memorial Cup, Persebata Lembata Puncaki Klasemen Grup B

Dia juga menyuarakan peluang dan tantangan pendanaan global bencana alam di Indonesia, khususnya di Lembata, NTT selama bencana alam Seroja serta program-program yang telah dijalankan oleh Plan International dan sejumlah stakeholder.

Forum ini melibatkan beberapa panelis yang terdiri dari lembaga donor kemanusiaan dunia termasuk United Nations World Food Programe (Lembaga Pangan PBB) dan Dubai Cares; sejumlah Menteri Pendidikan; sejumlah Menteri Luar Negeri dan Perdagangan; sejumlah NGO yang bergerak dalam bidang pendidikan dan krisis humaniter; dan Perwakilan kaum muda.

Untuk diketahui, program Youth for Education in Emergencies Global Youth Panel (Youth4EiE GYP) bertujuan untuk memperkuat advokasi yang dipimpin kaum muda di tingkat regional, nasional, dan global.

Program ini berjalan secara berkesinambungan terutama pada peningkatan pendanaan global (global funding) untuk pendidikan dalam situasi darurat dan peningkatan kesadaran untuk memecahkan hambatan pendidikan dalam situasi darurat terutama untuk anak perempuan, anak laki-laki, dan remaja.

Hal yang menjadi urgensi pendidikan darurat adalah keberadaan 128 juta anak dan anak muda di dunia dalam situasi darurat (bencana alam, bencana perang, dan pandemi covid-19) sementara total pendanaan untuk pendidikan darurat hanya 3 persen dari total pendanaan global.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved