Berita Flores Timur

Cegah Radikalisme Masuk Kampus, Polres Flotim Gelar Sosialisasi

kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah sikap radikal dan intoleransi yang diwujudkan dengan sosialisasi

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-Humas Polres Flotim 
POSE BERSAMA - KBO Sat Intelkam Polres Flotim AIPTU I Wayan Sumarta pose bersama mahasiswa IKTL dan STP usai menggelar sosialisasi tentang paham radikalisme 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Salah satu upaya Kepolisian Resor Flores Timur atau Polres Flotim dalam pencegahan aksi terorisme, radikalisme dan intoleransi adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi tentang paham radikalisme kepada para mahasiswa IKTL Flotim dan STP Larantuka, Sabtu 17 September 2022.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Polres Flotim AIPTU I Wayan Sumarta didampingi Ketua GMNI Cabang Larantuka, Yulius Ninu Badin, serta dihadiri para mahasiswa IKTL dan STP Larantuka, di aula balai desa Lewoloba Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur. 

Menurut Kasi Humas Polres Flotim IPDA Anwar Sanusi, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah sikap radikal dan intoleransi yang diwujudkan dengan sosialisasi guna menjalin sinergitas terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga para mahasiswa.

Baca juga: Kelompok Pemuda NTT Deklarasi Tolak Radikalisme

Ia mengatakan, radikalisme merupakan suatu pemahaman yang dibuat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal, seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan dalam upaya untuk mencapai suatu perubahan. 

"Kami berharap upaya pencegahan terhadap paham radikalisme harus mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat," ujarnya kepada wartawan, Senin 19 September 2022.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Larantuka, Yulius Ninu Badin mengaku akan mendukung penuh langkah kepolisian khususnya Polres Flotim dalam pencegahan paham radikalisme, khususnya kalangan mahasiswa di Kabupaten Flores Timur.

"Paham radikalisme dapat mengganggu kerukunan ditengah masyarakat. Karena itu kita wajib menolaknya," tandasnya. (*) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved