Berita Nasional

Kenaikan Harga BBM Berbuntut Menurunnya Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi

Menurunnya kepuasan masyarakat tersebut ditunjukkan melalui survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu 18 September 2022.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SEKRETARIAT PRESIDEN
MENURUN - Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat berkunjung ke Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Kamis 15 September 2022. Setelah menaikkan harga BBM Selasa 3 September 2022 Pemerintah langsung membagikan BLT BBM kepada masyarakat. 

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menaikkan harga BBM pada 3 September 2022 lalu.

Adapun alasan utamanya adalah pembengkakan beban keuangan negara sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.

Presiden juga mengungkap bahwa sebagian besar subsidi BBM tersebut tidak tepat sasaran.

Adapun kenaikan harga BBM tersebut meliputi Pertalite resmi naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, Pertamax naik dari dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter, dan Solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Efek dari kenaikan tersebut, sejumlah barang kebutuhan masyarakat di pasar pun naik.

Demonstrasi merebak. Selain menolak kenaikan harga BBM tersebut, pengelola jasa transportasi pun ikuti berdemonstrasi menuntut penyesuaian tarif angkutan umum dan sebagainya.

Sejumlah partai politik, di antaranya Partai Demokrat, ikut menolak kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM tersebut.

Namun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi menaikkan harga BBM.

Megawati menyebut, jika harga BBM tak dinaikkan kondisinya menjadi lebih sulit.

Dia mengatakan, pemerintah tidak asal-asalan dalam menaikkan harga BBM sesuai menjadi pembicara di Jeju Peace Forum 2022 di Korea Selatan.

Megawati menyebut, menaikkan harga BBM telah melalui berbagai pertimbangan. Jika harga BBM tidak naik, Mega khawatir kondisi akan semakin sulit.

Jokowi masih lebih tinggi daripada SBY

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih lebih tinggi apabila dibandingkan era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu disampaikan Adian dalam rilis nasional survei Indikator Politik Indonesia bertajuk “Kenaikan harga BBM, Pengalihan Subsidi BBM dan Approval Rating Presiden” secara daring, Minggu 18 September 2022.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved