Berita Ekbis

Pandai Besi Wini Rai Kerajinan Dari Leluhur 

Pandai Besi Wini Rai kerajinan dari leluhur. Wini Rai salah pandai besi yang terletak di Kelurahan Nun Baun Sabu, Alak Kota Kupang. Wini berasal dari

Editor: Ferry Ndoen
Pandai Besi Wini Rai Kerajinan Dari Leluhur 
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
BAZAR : Dominggus Rame, salah satu pengrajin Pandai Besi Wini Rai saat mengikuti Bazar UMKM memperingati Hari Perhubungan Nasional ke-51 Tingkat Provinsi NTT pada Jumat, (16/9)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pandai Besi Wini Rai kerajinan dari leluhur. Wini Rai salah pandai besi yang terletak di Kelurahan Nun Baun Sabu, Kecamatan Alak Kota Kupang. Wini berasal dari bahasa Sabu yaitu Wini yang berarti bibit dan Rai berarti tidak pernah habis seperti warisan leluhur orang Sabu yaitu pengrajin Besi spesialis senjata tajam.

Senjata tajam seperti parang, pisau, kapak, sabit dan keris Sabu terbuat dari besi fer mobil bekas dan besi siku yang dipanaskan kemudian ditempa. Besi-besi ini didapatkan dari penjual besi tua dengan harga Rp 10 ribu per kilo gram. Dalam sekali pembelian bisa mencapai 500 kilo gram.

"Memang ini kerajinan dari leluhur di sabu. Pengrajin besi," terang Dominggus Rame, pemilik pandai besi Wini Rai saat ditemui Pos Kupang pada bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memperingati Hari Perhubungan Nasional (PERHUBNAS) ke-51 Tingkat Provinsi NTT pada Jumat, (16/9).

Produk-produk Wini Rai pun sudah disuplai ke kabupaten  Kupang, Atambua, Lembata, larantuka, Adonara, Sumba dan Manggarai yang biasanya datang langsung beli di Kupang dan kemudian dikirim. 

Berdiri sejak 2005 menjadikan Wini Rai memiliki banyak pelanggan yan berada hampir di seluruh NTT. Sementara di Kupang, Dominggus biasa memasarkan serta menjual di kantor-kantor pemerintahan yang ada di kota Kupang.

Baca juga: Bazar Murah Ramaikan Hari Perhubungan ke-51 Tingkat NTT 

Awalnya Wini Rai diberdayakan sendiri oleh Dominggus. Seiring berjalannya waktu, permintaan akan senjata tajam meningkatkan sehingga membuat Dominggus harus memperkerjakan karyawan yang kini berjumlah 8 orang.

Wini Rai satu-satunya pandai besi di kota Kupang yang sudah memiliki izin serta pabrik sendiri yang didirikan pada 2005  hingga bahkan Dominggus menjadi salah satu instruktur pelatihan pandai besi di beberapa wilayah di NTT seperti Sumba, Sabu, Alor dan sebagainya.

Harga senjata tajam yang dijual Dominggus pun variatif tergantung bahan dasar pembuatannya. Untuk parang berbahan dasar besi fer mobil bekas dibanderol dengan kisaran harga Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu sementara harga parang terbuat dari besi siku dibanderol dengan kisaran harga Rp 50 ribu sampai dengan Rp 75 ribu.

Adapun keunggulan senjata tajam berbahan dasar besi fer lebih tebal dan berat sedangkan besi siku lebih tipis dan ringan sehingga menurutnya, disesuaikan dengan kegunaannya. Jika ingin membeli senjata tajam sebaiknya memilih yang terbuat dari besi fer.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved