Berita NTT

Sembilan Parpol Tidak Lengkapi Dokumen Berujung Gagal Ikut Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan verifikasi administrasi kepada sejumlah partai politik (parpol) pasca pendaftaran. Namun, ada parpol yang harus

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
KPU - Ketua KPU NTT Thomas Dohu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komisi Pemilihan Umum KPU melakukan verifikasi administrasi kepada sejumlah partai politik (parpol) pasca pendaftaran. Namun, ada parpol yang harus menerima ketidakikutsertaan sebagai peserta Pemilu 2024. 

Tercatat 9 Parpol gagal ikut Pemilu 2024. Parpol itu tidak menjadi peserta karena tidak melengkapi dokumen yang disyaratkan oleh KPU

"Terkait 9 parpol dimaksud, partai itu kalau tidak salah, tidak mendaftar sebagai parpol calon peserta pemilu karena tidak dapat melengkapi dokumen yang disyaratkan," kata Ketua KPU NTT, Thomas Dohu, Rabu 14 September 2022. 

Thomas menjelaskan, dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu pasal 173 dijelaskan, parpol peserta pemilu merupakan parpol yang telah ditetapkan atau yang lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum KPU NTT Thomas Dohu. 

"Sebagaimana pengalaman pemilu sebelumnya, tiap kali momen pemilu parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu melakukan peserta pemilu dilakukan verifikasi dan penetapan sebagai peserta pemilu," sebut Ketua Komisi Pemilihan Umum

Mekanisme parpol peserta pemilu itu dimulai dari pendaftaran, lalu menyerahkan dokumen yang disyaratkan. Jika dokumen itu tidak dilengkapi maka tidak bisa dilanjutkan dengan proses berikutnya. 

Baca juga: Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT Butuh 11.634 PPK dan KPPS Untuk Pemilu 2024

Misalnya, saat ini adalah verifikasi administrasi. Setelah itu akan ada  verifikasi faktual dan penetapan peserta pemilu. Proses itu terjadi bila parpol memenuhi syarat, yang selanjutnya dilanjutkan dengan penetapan nomor urut peserta pemilu. 

"Di NTT sendiri ada satu parpol yang sebelumnya menjadi peserta pemilu 2019 yaitu partai Berkarya. Parpol ini tetap menjadi parpol sebagai peserta pemilu 2019 yang mana memiliki anggota DPRD di 9 kabupaten/kota. Dia masih berhak tetap memiliki anggota dewan hingga akhir masa jabatan DPRD bersangkutan," ujarnya. 

Kesembilan partai tersebut adalah Partai Pelita, Partai IBU, Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kedaulatan Rakyat, Partai Pandu Bangsa, Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI), Partai Masyumi, Partai Kedaulatan dan Partai Reformasi. Dengan demikian, kesembilan parpol tersebut tidak dapat lolos ke tahapan selanjutnya, yaitu proses verifikasi administrasi.

Informasi yang dihimpun, kesembilan partai itu belum memiliki kepengurusan ataupun melaksanakan agenda-agenda kepartaian di NTT sejauh ini. (Fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

KPU - Ketua KPU NTT Thomas Dohu
KPU - Ketua KPU NTT Thomas Dohu (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved