Berita Kota Kupang

Kesbangpol Kota Kupang Soroti Goyang Bento

FKUB agar mereka memberikan pendapat dari aspek teologis,norma, kaidah sejauh mana goyang bento memiliki dampak negatif

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Pos Kupang/Hermina Pello
Noce Nus Loa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Kesbangpol Kota Kupang menyoroti soal goyang bento yang selalu dilakoni oleh anak-anak, baik di tempat acara maupun di rumah-rumah.

Model goyang bento ini dapat merusak mental dan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa,S.H,M.Si, Kamis 15 September 2022.
Menurut Noce, belakangan ini lagu Bento dan goyang Bento jadi viral, terutama di kalangan anak-anak.

Baca juga:  Nekat Potong Jalur, SPM Scoopy Tabrak Supra di Ruas El Tari Kota Kupang Korban Tewas

Karena itu, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang agar memiliki sikap atau menyikapi terhadap fenomena goyang bento.

"Saya sedang diskusikan ini dengan FKUB agar mereka memberikan pendapat dari aspek teologis,norma, kaidah sejauh mana goyang bento memiliki dampak negatif," kata Noce.

Dijelaskan, fenomena goyang Bento sangat mempengaruhi akhlak dan karakter generasi muda.

Padahal, lanjutnya, goyang bento ini salah tetapi mengapa masih ada yang suka memuji ketika ada anak-anak atau remaja yang sedang goyang bento.

"Kenapa ada orang yang puji-puji kalau lihat anaknya atau ada anak-anak yang goyang bento
 Ini masalah sosial yang harus kita sembuhkan dan sembuhkan ini bukan dengan obat, tetapi  dengan pendekatan edukasi teologis," katanya.

Baca juga: HIPMI Kota Kupang Sarankan Pelaku Usaha dan Masyarakat Tidak Bergerak Sendiri

Dikatakan, ketika sudah ada sikap daei FKUB,maka bisa disampaikan kepada umat beragama dan  juga penganut agama dan kepercayaan agar menyampaikan kepada umat setempat supaya menghindari adanya goyang bento.

"Jadi setelah ada sikap dari FKUB, maka akan disampaikan  ke pemerintah, kemudian  pemerintah mengambil langkah konkret, kita sampaikan ke semua elemen masyarakat. Kita sepakat secara moral agar menghindari goyang bento," ujarnya.

Noce mengatakan, memang dari pendekatan regulasi tidak mudah, tapi dari pendekatan edukasi moral semua orang bisa melihat bahwa goyang bento itu tidak baik.

"Saya minta FKUB agar secepatnya punya sikap sehingga menolong pemerintah dalam menindaklanjuti sesuai peran secara struktural agar fenomena ini bisa teratasi," ujarnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved