Berita Kota Kupang

Abraham Liyanto Minta  Berantas Mafia Tanah Sampai ke Daerah

gebrakan awal itu bisa diteruskan dan sampai ke daerah. Semua pihak yang terlibat harus ditangkap, termasuk oknum

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan (BPN),  Hadi Tjahjanto bersama Anggota DPD RI, Abraham Liyanto di Jakarta, Kamis, 15 September 2022. 

Abraham Liyanto Minta  Berantas Mafia Tanah Sampai ke Daerah

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Abraham Liyanto meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan atau BPNHadi Tjahjanto memberantas mafia tanah sampai ke daerah-daerah.

Alasannya, mafia tanah tidak hanya marak terjadi di Jakarta, tetapi lebih jahat dan menggurita terjadi di daerah-daerah. 

“Jangan hanya di Jakarta dan sekitarnya. Kalau Jakarta kan, banyak yang awasi. Ada penegak hukum yang lengkap hingga KPK, media banyak, masyarakat sipil dan sebagainya. Yang parah itu di daerah karena jarang ada yang awasi. Para mafia memanfaatkan pengawasan yang lemah itu,” kata Abraham di Jakarta, Kamis, 15 September 2022.

Baca juga: Abraham Liyanto: NTT Harus Paling Depan Jaga Pancasila

Sebelumnya, ia telah menyatakan hal itu langsung ke Hadi saat Komite I DPD RI menggelar rapat kerja (Raker) pada Senin, 12 September 2022. Bahkan Abraham juga telah menyerahkan sejumlah dokumen praktik mafia tanah di Provinsi NTT dalam Raker tersebut.

Senator yang sudah tiga periode ini mengapresiasi gebrakan Hadi. Pasalnya, pascadilantik  menjadi Menteri ATR/BPN bulan Juni 2022 lalu, Hadi langsung memberikan kejutan terhadap pelaku mafia tanah. Dia menggandeng Polda Metro Jaya. Hasilnya, ada 30 mafia yang ditetapkan menjadi tersangka di wilayah Jabodetabek.

Abraham berharap gebrakan awal itu bisa diteruskan dan sampai ke daerah. Semua pihak yang terlibat harus ditangkap, termasuk oknum dari Kementerian ATR/BPN.

“Alangkah mulianya jika gebrakan itu sampai ke daerah. Itu yang ditunggu masyarakat,” tegas Abraham.

Mantan Ketua Umum Kadin Provinsi NTT,  ini mengungkapkan pihak-pihak yang diduga terlibat mafia, mulai dari oknum tua adat atau pemilik tanah ulayat. Mereka bekerja sama dengan oknum pengacara untuk menggugat tanah yang punya sertifikat. 

Baca juga: Abraham Liyanto Terima Sabuk Hitam dan Dan Kehormatan dari Inkai

Kerja sama mereka kemudian melibatkan oknum pengurus RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga pemerintah daerah. Oknum Badan Pertanahan juga masuk dalam lingkaran mafia tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved