Berita Nasional

Ferdy Sambo Munculkan Skenario Baru, Diduga Sogok Lembaga Sebutkan Pelecehan Seksual di Magelang

Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, kembali mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Dia menyebut Ferdy Sambo buat skenario baru.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
SKENARIO BARU - Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan fakta baru bahwa Ferdy Sambo diduga memunculkan skenario baru agar tak terjebak dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

Sebab, saat ini ada upaya memunculkan motif dugaan pelecehan seksual yang melatarbelakangi kemarahan Ferdy Sambo pada almarhum Brigadir J.

Menurut Gayus, jika masyarakat lengah, motif dugaan pelecehan seksual ini pasti dimainkan penyidik Polri. Kalau itu yang terjadi, maka hukuman Ferdy Sambo akan lebih ringan dari yang seharusnya.

Baca juga: Kata-kata Brigadir J Detik-detik Terakhir Sebelum Ditembak Diungkap Bripka RR : Seperti Kebingungan

Seperti diketahui, penyidik Polri tadinya meminggirkan motif dugaan pelecehan seksual, dan memasukkan motif pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo.

Akan tetapi, laporan Komnas HAM bikin buyar semua. Penyidik Polri pun terbawa pada skenario tersebut.

Menurut Gayus, bila motif pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi yang dikedepankan, maka sangkaan primer Pasal 340 KUHP soal pembunuhan berencana bisa bergeser ke pasal subsider yakni Pasal 338 KUHP mengenai menghilangkan nyawa orang lain.

"Ini akan jadi bagian mempengaruhi ringannya perbuatan, karena ada sesuatu hal yang menjadikan suatu perbuatan," ujar Gayus di program Kompas Malam KOMPAS TV, Selasa 13 September 2022.

Menurut Gayus, dugaan pelecehan seksual ini nantinya akan menjadi suatu pertimbangan yang membuat peristiwa penembakan alamarhum Brigadir J terjadi.

Dugaan pelecehan ini juga mempengaruhi sangkaan lainnya terhadap Ferdy Sambo terkait kasus penembakan Brigadir J.

"Walaupun lebih dari satu perbuatan bisa menjadi satu perbuatan,” ujarnya.

“Tentu ini akan meringankan karena tidak direncanakan, sehingga pembunuhannya bukan rencana, tapi pembunuhan yang seketika dilakukan karena tekanan sesuatu tadi," ujar Gayus.

Lantas bagaimana agar dugaan tersangka Fedy Sambo ini tetap mendapat hukuman yang berat atas perbuatannya.

NASIB FERDY SAMBO - Seperti inilah nasib Ferdy Sambo saat rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap Brigadir J. Untuk memakai masker saja ia harus dibantu sang istri, Putri Candrawathi.
NASIB FERDY SAMBO - Seperti inilah nasib Ferdy Sambo saat rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap Brigadir J. Untuk memakai masker saja ia harus dibantu sang istri, Putri Candrawathi. (POS-KUPANG.COM)

Gayus Lumbuun menilai, penyidik pastinya bakal memasukkan pasal berlapis untuk meyakinkan jaksa penuntut umum membuat dakwaan dan tuntutan hukuman berat terhadap terdakwa.

"Pergeseran pasal 340 ke 338 atau ke yang lainnya ini yang jadi kekhawatiran, sehingga perlu sangkaan berlapis.

Pandangan saya (persidangan) akan menemukan keadilan yang terjadi dan yang sesungguhnya," ujarnya.

Sejauh ini perkara dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi dalam nomor LP/B/1630/VII/2022/SPKT/Polres Jakarta Selatan tertanggal 9 Juli 2022, dengan pihak terlapor Brigadir J dihentikan oleh Bareskrim Polri.

Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi ini lantaran tim khusus tidak menemukan peristiwa pidana.

Dalam laporan tersebut disebutkan waktu kejadian diduga pada hari Jumat tanggal 8 Juli sekitar pukul 17.00 WIB bertempat Komplek Polri Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Belakangan dalam pemeriksaan tim khusus terhadap Ferdy Sambo, dugaan pelecehan tersebut terjadi di Magelang.

Baca juga: Kesaksian Bripka RR Sudutkan Isrti Sambo: di Magelang Saya Diperintah Panggil Brigadir J, Ada Apa?

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada Rabu 30 Agustus 2022 penyidik turut memperagakan adengan dugaan pelecehan seksual terhadap Putri.

Dugaan pelecehan tersebut hanya diketahui oleh Brigadir J dan Putri Candrawathi dengan saksi tersangka Kuat Ma'ruf dan Susi, asisten rumah tangga yang ikut ke Magelang.

Sedangkan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Bripka RR alias Ricky Rizal tidak mengetahui peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut. (*)

Berita Lain Terkait Ferdy Sambo

Ikuti Berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved