Berita Kota Kupang

Tunggu Kepastian Pemerintah Hingga Enggan Pindah, Akan Dikemanakan Para Penjual Ikan? 

Memasuki tahun ketiga, para penjual ikan menunggu kepastian pemerintah Kota Kupang yang hingga kini enggan pindah dan akan dikemanakan para korban ket

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
TAMAN - Taman Pantai Kelapa Lima Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Memasuki tahun ketiga, para penjual ikan menunggu kepastian pemerintah Kota Kupang yang hingga kini enggan pindah dan akan dikemanakan para korban ketidakpastian pemerintah ini?

Awalnya para penjual ikan berjumlah 84 orang yang direlokasi dari Pantai Kelapa Lima Kota Kupang ke Pantai Pasir Panjang Kota Kupang dan sekarang hanya tersisa 30 orang yang aktif berjualan.

Disampaikan salah satu penjual ikan di Pasir Panjang Kota Kupang, Eka terdapat sekitar 50-an penjual ikan sudah tidak berjualan lagi dan hanya berdiam di rumah tetapi belum diketahui alasannya.

"Belum ada. Hanya ada dengar-dengar sedikit mau pindah tapi belum ada kepastian," kata Eka.

Sejak diresmikan oleh presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hingga saat ini belum ada kepastian terkait penempatan kembali para penjual ikan ke pantai Kelapa Lima Kota Kupang. Karena menurutnya peraturan di tempat yang baru berbeda dengan peraturan di pasir panjang seperti pada penjual harus menggunakan etalase, proses pembakaran ikan harus menggunakan oven.

Baca juga: Ini Tarif Baru Angkutan Umum di Wilayah Kota Kupang

"Kalau seandainya, orang beli ikan sepuluh ekor, kita butuh itu oven yang bisa masuk tuh mungkin hanya dua sampai tiga ekor saja," lanjut Eka.

Hal ini menurutnya bisa memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan cara sederhana seperti yang dilakukan selama ini di pasar Pasir Panjang dengan pembakaran ikan di atas bara api. Sehingga dirinya masih memikirkan jika harus pindah ke tempat baru tersebut.

Menurutnya, dirinya akan merugi jika harus menyediakan sendiri oven dan etalase untuk jualan di tempat yang sudah disediakan pemerintah di Pantai Kelapa Lima Kota Kupang tersebut.

"Mereka buat seperti di Jakarta. Kan kita tidak terbiasa. Kita biasanya bakarnya pakai arang atau kemiri, kalau pindah di sana kan pakai oven. Modal baru lagi, utang baru lagi," keluh Eka.

Oleh karena itu, Eka memilih untuk tetap berjualan di Pasir Panjang.

"Biar sudah, kita di sini saja. Kalau di sana itu kita mau pindah juga, belum pasti," lanjutnya.

Dari informasi yang didapat para penjual ikan ini, biaya listrik di tempat baru ini bisa mencapai puluhan juta Rupiah satu bulannya tidak sebanding dengan penghasilan para penjual ikan ini yang menurutnya tidak seberapa. Hal ini memberatkan para penjual ikan jika dibandingkan budget dan penghasilan yang didapat jika dipindahkan ke tempat baru.

"Kami tidak berharap untuk pindah ke sana, karena lihat saja dia punya meja hanya satu meter sedangkan ikan yang harus kita kasih naik di atas meja harus sebanyak ini," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved