Berita SMK PP Negeri Kupang

Kementan Bersama Komisi IV DPR RI Serukan Insan Pertanian Jaga Ketahanan Pangan

tujuan bimtek ialah meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan kapasitas penyuluh dalam hal transfer teknologi kepada petani

Editor: Edi Hayong
HO-SMK-PP Negeri Kupang
BIMTEK- Kementan melalui SMK-PP Negeri Kupang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani milenial dan Penyuluh di Kabupaten Sikka pada Selasa 13 September 2022 

POS-KUPANG.COM- Kementerian Pertanian  (Kementan) melalui BPPSDMP terus berusaha meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI, Kementan melalui SMK-PP Negeri Kupang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani milenial dan Penyuluh di Kabupaten Sikka (13/09).

Menurut Kepala SMK PP Negeri Kupang,  Stepanus Bulu tujuan bimtek ialah meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan kapasitas penyuluh dalam hal transfer teknologi kepada petani. Peningkatan kapasitas ini sangatlah penting.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan.

Sementara itu Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP menegaskan, sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian.

Baca juga: SMK PP Negeri Kupang Gelar Public Hearing, Ini Dua Tokoh jadi Nara Sumber

"Sebab petani dan penyuluh berperan mengadakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia”, ujar Dedi.

Bimtek dengan peserta 30 petani milenial dan penyuluh tersebut juga dihadiri oleh Yohanes Emil Satriawan, SP.M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka serta Anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat yang hadir serta membawakan materi secara virtual.

Yohanes Emil mengatakan, kegiatan bimtek ini sangat bermanfaat karena bisa meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh serta petani milenial di kabupaten Sikka.

"Setelah pulang dari bimtek ini, para petani dan penyuluh harus melakukan transfer ilmu kepada anggota kelompok tani yang lain supaya ilmu terus mengalir", imbuh Yohanes.

Baca juga: SMK-PP Negeri Kupang Gandeng BNN Provinsi NTT Cegah Narkoba di Sekolah

Sebagai salah satu wakil rakyat perwakilan NTT, Bunda Julie begitu akrab disapa, mengatakan bahwa Bimtek terhadap petani dan penyuluh serta mengembangkan pendidikan vokasi pertanian harus terus dilakukan karena anak-anak muda atau milenial serta penyuluh lah yang bisa mengentaskan NTT dari kemiskinan.

Dalam bimtek itu pun juga dipraktikkan tentang bagaimana mengembangkan produk hortikultura menggunakan irigasi tetes secara smart farming oleh kedua narasumber yang juga merupakan Duta Petani Milenial 2021 perwakilan NTT khususnya Kab. Sikka, Egedius Laurensius Moat Paji. S.Agr dan Yoseph Nong Yance.

Yance dan Egedius sepakat bahwa melalui bimtek ini bermanfaat diharapkan para petani bisa menyadari akan pentingnya peran teknologi dalam menghasilkan produk hortikultura yang melimpah.

Dalam bimtek tersebut, kedua petani milenial itu juga memberikan praktik langsung tentang pemanfaatan irigasi tetes dalam budidaya hortikultura. Tak hanya itu, yance juga melakukan demoa penggunaan smart farming drip irrigation yang hanya dengan satu klik di smartphone, pertanian sudah jalan otomatis.

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMK-PP Negeri Kupang Lakukan Asesmen Nasional Bagi Siswa-Siswi

Narasumber ketiga yaitu berasal dari guru SMK PP N Kupang, Bogarth K. Watuwaya yang membawakan materi terkait pemanfaatan limbah tanaman hortikultura menjadi makanan/pakan sapi.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved