Berita Ende

Pemerintah dan DPRD Ende Sepakat Penyaluran Minyak Tanah Dilakukan Terpusat di Kelurahan

Pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende sudah bersepakat kedepan penyaluran minyak tanah di daerah tersebut akan dilakukan secara terpusat di kelurahan

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/
DEWAN - Anggota DPRD Ende Maksimus Deki. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pemerintah Ende dan DPRD Kabupaten Ende sudah bersepakat kedepan penyaluran minyak tanah di daerah tersebut akan dilakukan secara terpusat di kelurahan atau kecamatan masing-masing.

Kesepakatan Pemerintah Ende dan DPRD Kabupaten Ende tersebut diambil menyusul adanya kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Ende yang sudah dialami oleh masyarakat sejak beberapa minggu yang lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  atau Disperindag Kabupaten Ende Mohamad Syahrir mengaku saat ini, kelangkaan minyak tanah masih saja menjadi keluhan masyarakat.

Padahal, kuota yang disediakan pertamina untuk disalurkan ke agen dan dari agen ke pangkalan seperti biasanya. Namun masyarakat tetap mengeluhkan kelangkaan minyak tanah.

"Sampai di pangkalan ini yang menjadi persoalannya. Sehingga benang kusut ini masih kita urai," ungkapnya.

Syahrir menambahkan, jika sebelumnya mekanisme penyaluran minyak tanah dari pertamina ke agen, dan dari agen ke pangkalan, maka saat ini dari agen langsung ke kecamatan atau kelurahan masing-masing.

Baca juga: Pemkab Belu Gelar Operasi Pasar dan Saat Warga Beli Minyak Tanah Harga Terendah

"Disperindag Kabupaten Ende sepakat jual secara terpusat di kelurahan untuk menekan kelangkaan dan juga menekan harga jual. Dan Disperindag Kabupaten Ende mulai berlakukan besok," tegasnya.

Ia mengatakan, ada indikasi permasalahan terletak pada pangkalan yang diduga melakukan penimbunan atau menyalahgunakan minyak tanah untuk kepentingan pribadi.

"Karena pendistribusian minyak dari pertamina ke agen lancar, dari agen ke pengkalan lancar, nah dari pangkalan ini yang tidak lancar. Untuk itu benang kusutnya masih kita uraikan," ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya penyetopan sementara penyaluran minyak tanah dari agen ke pangkalan diharapkan dapat mengetahui letak permasalahan kelangkaan minyak tanah dimana.

Sebelumnya, Anggota DPRD Ende Maksimus Deki dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Disperindag Ende mengingatkan pemerintah untuk mendeteksi lebih jauh faktor penyebab kelangkaan minyak tanah di Ende.

Untuk itu, ia mengusulkan kepada Disperindag Kabupaten Ende supaya pelayanan minyak tanah dilakukan di setiap kelurahan masing-masing demi menjamin ketersedian minyak untuk masyarakat.

"Karena kalau tidak terpusat maka akan kewalahan dalam pengawasan. Tapi kalau secara terpusat maka kita jamin penyaluran minyak tanah tepat sasaran," ungkapnya. (tom)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Anggota DPRD Ende Maksimus Deki OKZ
DEWAN - Anggota DPRD Ende Maksimus Deki.
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved