Liputan Khusus

Lipsus 4 Tahun Victory-Joss Pariwisata NTT Bertumbuh Dengan Pesat

Di tangan kepemimpinan Victory-Joss selama 4 tahun pariwisata NTT bertumbuh dengan pesat.

POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
DISKUSI PUBLIK - Foto bersama usai Diskusi publik yang digelar SMSI NTT dalam rangka Refleksi empat tahun kepemimpinan Victory-Joss. Kamis 8 September 2022.  

POS KUPANG.COM, KUPANG  - Di tangan kepemimpinan Victory-Joss selama 4 tahun pariwisata NTT bertumbuh dengan pesat. Bahkan sinergi yang baik antara pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai kawasan wisata superpremium.

Hal ini dikemukakan Inche Sayuna, Wakil Ketua DPRD NTT yang menjadi salah satu panelis dalam diskusi publik dan coffee morning refleksi kritis empat tahun kepemimpinan Victory-Joss. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang melibatkan sejumlah panelis dan media massa. Acara berlangsung di aula El Tari Kantor Hubernur NTT, Kamis (8/9).

Hadir dalam kegiatan itu praktisi pertanian UKAW Ir. Zeth Malelak, MSi, pengamat Hukum Tata Negara Undana, Dr. John Tuba Helan dan Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tule, SVD. Moderator dalam diskusi ini, dosen FISIP Unwira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona.

DISKUSI PUBLIK - Foto bersama usai Diskusi publik yang digelar SMSI NTT dalam rangka Refleksi empat tahun kepemimpinan Victory-Joss. Kamis 8 September 2022. 
DISKUSI PUBLIK - Foto bersama usai Diskusi publik yang digelar SMSI NTT dalam rangka Refleksi empat tahun kepemimpinan Victory-Joss. Kamis 8 September 2022.  (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)

Meskipun pariwisata NTT bertumbuh pesat, demikian Inche, pada sisi yang lain problem kita adalah belum terdapat grand design pengembangan pariwisata yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kepariwisataan.

"Kemudian alokasi belanja daerah untuk urusan kepariwsataan sangat rendah, hanya 0,25 persen. Besaran ini tidak seimbang dengan bobot indikator," kata Inche.

Oleh karena itu, ia menyarankan Pemprov NTT untuk segera menyusun grand design pengembangan kepariwisataan sebagai acuan dalam pengembangan pariwisata NTT untuk mewujudkan pariwisata sebagai penggerak perekonomian daerah.

Selain itu, pengembangan pariwisata melalui pemenuhan unsur 5A Pariwisata (Attraction, Accessibility Accommodation, Amenities, dan Awareness) dengan Pola Pendekatan Kawasan perlu dimantapkan melalui implementasi konsep pariwisata berbasis masyarakat dengan program dan alokasi anggaran yang memadai.

Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna
Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna (POS-KUPANG.COM/HO-DOK.POS KUPANG)

Di sektor infrastruktur, Inche memberi apresiasi karena Victory-Joss dapat dikatakan sukses membangun infrastruktur jalan provinsi di NTT yang selama ini terisolir. Secara kuantitas, persentase panjang jalan provinsi dalam kondisi mantap dari target 90 telah terealisir 86,59 atau sekitar 96,21 persen.

Namun, menurutnya, beban pemerintah provinsi dalam mewujudkan konektivitas yang baik membutuhkan biaya besar dan rentang kendali dalam penyelenggaraan jalan relatif luas, menyebabkan pelaksanaan kontruksi, pengendalian dan pengawasan kurang optimal.

Kemudian, soal stunting dan kemiskinan, Inche menjelaskan data Study Status Gizi Indonesia (SSGI) ada 5 kabupaten di Provinsi NTT masuk dalam prevalensi 10 daerah dengan angka stunting tertinggi dari 246 kabupaten/kota yang menjadi prioritas percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Kelima kabupaten tersebut adalah TTS, TTU, Alor, SBD, dan Manggarai Timur. Bahkan TTS dan TTU menempati urutan pertama dan kedua yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, karena berada di atas 46 persen.

Secara keseluruhan berdasarkan studi SSGI tahun 2021, NTT memiliki 15 Kabupaten berkategori merah, dengan ratio prevalensi di atas 30 persen. Dengan prevalensi stunting yang masih berada di atas 30 persen dan berstatus merah, menempatkan NTT pada urutan teratas daerah dengan angka stunting yang sangat tinggi dsbanding provinsi lainnya, dan sekaligus menjadikan NTT satu dari 12 provinsi yang menjadi prioritas daerah penangan stunting secara Nasional.

Terkait angka kemiskinan yang masih tinggi, Inche menjelaskan DPRD NTT telah merekomendasikan agar penanganan kemiskinan dilakukan secara extraordinary. Program dan kegiatan dilakukan secara terukur untuk peningkatan pendapatan dan implemntasi program dan kegiatan bersifat konvergensi

FOTO BERSAMA - Foto bersama sesuai penyerahan piagam oleh pengurus SMSI NTT, usai diskusi publik dan coffe morning refleksi kritis empat tahun kepemimpinan Victory-Joss bertempat di aula El Tari kantor gubernur NTT. Kamis 8 September 2022. 
FOTO BERSAMA - Foto bersama sesuai penyerahan piagam oleh pengurus SMSI NTT, usai diskusi publik dan coffe morning refleksi kritis empat tahun kepemimpinan Victory-Joss bertempat di aula El Tari kantor gubernur NTT. Kamis 8 September 2022.  (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)

Inche menegaskan, Gubenur dan wakil gubernur harus menggunakan kewenangan sesuai dengan dasar hukum dengan melewati proses yang ada. Secara logika, proses yang salah tidak mungkin menghasilkan kebijakan yang legal. "Proses menjadi penting saat menggunakan kebijakan melalui perubahan anggaran," sebutnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved