Berita Ende

Laksanakan Restorative Justice, Kejaksaan Negeri Ende Hentikan Penuntutan Kasus Penadahan

namun dikarenakan SKS telah mengganti dan mereset foto-foto yang ada di HP tersebut menjadi fotonya.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
KEJARI - Kejari Ende, Romlan Robin, SH saat menyerahkan surat ketetapan penghentian penuntutan kepada MY di Kantor Kejaksaan Negeri Ende, Jumat 9 September 2022.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Kejaksaan Negeri Ende telah melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative (Restorative Justice) pada perkara penadahan atas tersangka berinisial MY yang disangkakan telah melanggar pasal 480 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun dan denda senilai Rp.900.

Tersangka MY (24) merupakan seorang pekerja serabutan yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Ayahnya mengalami depresi sehingga mentalnya terganggu sehingga dalam usianya yang masih muda ia harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Kronologis kasusnya berawal pada tanggal 30 Juni 2022 sekitar pukul 22:00 Wita seseorang dengan inisial SKS menawarkan sebuah HP kepada tersangka dengan merk Samsung Galaxy A30 seharga Rp. 700.000.

Baca juga: Lakukan Demo Kenaikan BBM, Para Supir Angkot di Ende Minta Pemerintah Naikan Tarif Angkutan

Namun karena tersangka hanya memiliki uang senilai Rp.400.000, maka mereka melakukan negosiasi dan SKS setuju untuk menjual HP tersebut kepada tersangka.

Tersangka tidak mencurigai HP tersebut berasal dari mana, namun dikarenakan SKS telah mengganti dan mereset foto-foto yang ada di HP tersebut menjadi fotonya.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Romlan Robin, S.H dalam keterangan tertulis yang diterima media ini menyampaikan bahwa, alasan penghentian penuntutan perkara tersebut dikarenakan kondisi kehidupan tersangka dan fakta pada berkas perkara dimana tersangka MY baru pertama kali melakukan tindak pidana dan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka, sebagaimana ketentuan Pasal 480 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal selama 4 tahun atau denda tidak lebih dari Rp. 900,- telah memenuhi syarat yang tercantum dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Selanjutnya Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Ende Ema Dian Prihantono, S.H., M.H. dan Jaksa Penuntut Umum I Dewa Nyoman Wira Adiputra, S.H. selaku fasilitator melakukan upaya perdamaian antara tersangka dan korban dengan inisial EMS selaku pemilik HP tersebut.

Korban memaafkan dengan tulus dan tersangka juga sudah menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Setelah melakukan perdamaian antara tersangka dan korban, Kejaksaan Negeri Ende melakukan ekspos ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. Dari hasil ekspos tersebut disetujui pelaksanaan Restorative Justice yang kemudian diusulkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM).

Selanjutnya, pada tanggal 08 September 2022 pukul 10: 00 Wita Kejaksaan Negeri Ende lalu melakukan ekspos perkara dengan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), yang diwakili oleh Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Ibu Agnes Triyanti, S.H., M.H. secara virtual melalui zoom meeting.

Dalam arahannya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) menyetujui pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif terhadap tersangka MY dan meminta agar Kejaksaan Negeri Ende segera melengkapi administrasi perkara dan melakukan eksekusi.

"Berdasarkan dengan persetujuan tersebut maka pada tanggal 09 September 2022 Kejaksaan Negeri Ende melakukan penghentian perkara atas tersangka MY dan resmi dibebaskan dari segala tuntutan dengan catatan apabila dikedepannya yang tersangka kembali melakukan tindak pidana maka restorative justice yang telah diterima tersangka akan dibatalkan," ungkapnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved