Berita Internasional

IPEF Jalan Baru Peningkatan Kerja Sama Kemakmuran dan Kesimbangan Ekonomi Kawasan Indo-Pasifik

 Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tingkat menteri di forum IPEF.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM
POSE BERSAMA -Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pose bersama menteri negara-negara anggota IPEF. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyela

POS-KUPANG.COM, LOS ANGELES - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tingkat menteri di forum IPEF (Indo-Pacific Economic Framework) di Los Angeles, Amerika Serikat yang diselenggarakan 2 hari mulai tanggal 8 hingga 9 September 2022. 

Opening Ceremony IPEF dibuka oleh Duta Besar  Katherine Tai, United States Trade of Representative (USTR) dan Gina Raimondo, Menteri Perdagangan Amerika Serikat.  

Dalam pidato pembukaannya, Katherine mengatakan, Pemerintah Amerika Serikat melalui forum IPEF, menyatakan komitmennya untuk membantu menyelesaikan permasalahan regional untuk memastikan generasi di masa depan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. 

Presiden Joe Biden mengatakan, masa depan ekonomi di abad ke-21 berada di wilayah Indo Pasifik, dan tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi tantangan sendiri, maka dari itu dibutuhkan kerja sama yang erat antar negara di tatanan global ,terutama di wilayah ini.

Baca juga: Perdagangan Indonesia-AS Ditargetkan USD 60 Miliar, Menko Airlangga Bertemu Secretary Raimondo

Pemerintah Amerika Serikat juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi 14 negara dalam pertemuan IPEF dan kembali menekankan pentingnya kolaborasi dalam membantu menyelesaikan permasalahan regional.

Sementara, Secretary Gina mengatakan bahwa Presiden Joe Biden telah berkonsultasi dengan parlemen dan sektor swasta agar dapat segera mewujudkan kerangka kerjasama dalam IPEF. Kerangka kerjasama IPEF menyeimbangkan antara fleksibilitas dan inklusivitas serta menghasilkan hal-hal yang memberikan manfaat secara tangible untuk semua.

Menko Airlangga menyambut baik forum kerjasama ini, dan menjelaskan, IPEF merupakan respons atas kondisi saat ini, dimana seluruh negara harus bekerja bersama menciptakan keseimbangan, kemakmuran, dan kesejahteraan serta pengembangan keadilan di kawasan Indo Pasifik.

IPEF menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan masa depan dan keberlanjutan. Oleh karenanya, di dalamnya ada penekanan terkait good governance, transisi energi, serta pengembangan SDM. Forum IPEF mengangkat pembahasan di tingkat global terhadap 4 (empat) fokus yang menjadi tantangan ekonomi bagi hampir semua negara di wilayah Indo Pasifik.

Baca juga: Menko Airlangga Pimpin Pertemuan Bilateral dengan Amerika Serikat, Apa yang Dibicarakan? Simak

Empat pilar yang menjadi pembahasan dalam IPEF adalah perdagangan, rantai pasok, energi bersih, dekarbonisasi dan infrastruktur (ekonomi bersih), serta perpajakan dan anti korupsi (ekonomi adil).

Pilar Perdagangan dikoordinasikan oleh United States Trade Representative (USTR), sedangkan rantai pasok, ekonomi bersih, dan ekonomi adil di bawah koordinasi United States Department of Commerce (USDOC).

Partisipasi Indonesia dalam forum ini sangat penting karena Indonesia menginginkan dukungan negara mitra dalam Presidensi G20 dan keketuaan ASEAN 2023.

Dalam keterangan yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (9/9), Menko Airlangga menerangkan, negosiasi dalam forum internasional seperti ini sangatlah penting terutama ketika dunia saat ini dihadapkan pada krisis yang sangat kompleks. Kolaborasi seluruh negara dibutuhkan agar tercipta kerja sama simbiosis mutualisme yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan juga keberlanjutan ekonomi yang lebih bersih (sustainable development.

Baca juga: Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Serius Siapkan Talenta Digital

Pembahasan terkait perdagangan menjadi fokus pertemuan IPEF pada sesi pagi hari. Menko Airlangga menegaskan pentingnya peranan perdagangan dalam mengantisipasi disrupsi ekonomi akibat pandemi. Pemerintah Indonesia juga mendorong perdagangan dengan menghilangkan pembatasan dagang dan juga diskriminasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved