Berita Lembata

Gubernur NTT Berang Ancam Tahan Dana Desa, Data Kemiskinan Ekstrim di Lembata Tidak Akurat 

Dihadapan Penjabat Bupati Lembata, Forkompinda dan para Kepala Desa serta lurah, Gubernur Viktor geram dengan data-data yang ada

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
SAMBUTAN- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan di rapat koordinasi bersama Penjabat Bupati Lembata, Forkompinda dan Kepala Desa dan Lurah. Jumat 9 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berang terkait sodoran data kemiskinan ekstrim di Kabupaten Lembata. Gubernur menilai data yang disodorkan tidak akurat atau terindikasi palsu. 

Dihadapan Penjabat Bupati Lembata, Forkompinda dan para Kepala Desa serta lurah, Gubernur Viktor geram dengan data-data yang ada.

Saat menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi di Hotel Olimpic Lembata, Jumat 9 September 2022, gubernur memegang data dan membacakan angka jumlah penduduk hingga kemiskinan ekstrim di Kabupaten Lembata. Jumlah penduduk Lembata diketahui ada 141.000

"Kemiskinan ekstrim 14,8 persen dari 21.000 orang. Coba hitung baik-baik. Kemiskinan ekstrim dari 16 persen itu kurang 14 persen. Kemiskinan ekstrim 26 persen, jadi berapa persen itu  ada ekstrim dan tidak ekstrim. Dari 38 ribu (26 persen) itu ekstrimnya berapa. Ini kalian mau nipu saya ini. Kenapa taruh disini 21.000," ujar gubernur. 

"21.096 jiwa dari 14,8 persen dari total ekstrim 26,21 persen. Kita anggap saja 38 ribu. Coba dihitung aja pasti miring. Dari 38 ribu ini kasih keluar 14,8 persen karena disitu ada ekstrim karena ada yang miskin ekstrim dan tidak ekstrim miskin. Kalian punya gubernur ini bukan bodoh," tambahnya. 

Mantan anggota DPR RI itu menyampaikan data-data ini seolah ikut menipu Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa yang baru memimpin wilayah itu.

Viktor bermaksud agar akurasi data ini bisa berimplikasi saat intervensi program lintas sektor agar tepat sasaran. 

Baca juga: Gubernur NTT Tekankan Perlu Kolaborasi Antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Bidang Perindustrian 

Ia justru menduga, adanya manipulasi pada jumlah penduduk, akibat dari adanya data yang tidak relevan ketika dia membacanya. 

Para Kepala Desa yang hadir, bahkan ikut disemprot Gubernur Viktor. Ia menuding kepala desa justru paling bermasalah perihal data. Ia tidak ingin dihormati sebaga seorang gubernur. 

"Satu tahun investasi pemerintah baik APBD provinsi, kabupaten/kota, dana desa hampir 42 trilun di NTT. Tapi kita tetap miskin. Saya bilang begini, kalau saya menghadap presiden jangan kasih mereka uang, uang saya pegang dan saya urus sendiri. Saya tandatangan kontrak, 15, tahun kemiskinan habis. Kau kerja pemalas jadi tidak dapat," jelasnya. 

Politisi NasDem itu menerangkan, tipikalnya seorang pekerja, tidak sinkron dengan mental kepala desa atau pejabat yang malas-malasan.

Dia kembali menegaskan, kehadirannya di NTT agar mengangkat martabat Flobamorata agar tidak terlilit masalah Kemiskinan. 

Dia mengajak para kepala desa untuk tidak terpola dengan konsep kekeluargaan sehingga menampilkan banyak data kemiskinan. Sehingga, ia meminta agar data harus benar.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved