Berita Sikka

Diduga Meninggal Tak Wajar, Kerabat Petrus Adrianus Siga Mitang, Korban Lakalantas Datangi Polres

hasil penyelidikan pihak Polres Sikka atas kasus kematian yang menimpa Petrus (Alm) pada senin 5 September 2022 lalu.

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM / NOFRI FUKA
DATANGI POLRES SIKKA - Tampak keluarga dari Almarhum Petrus Adrianus Siga Mitang, asal Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka berada di Polres Sikka pada Rabu 7 September 2022 kemarin. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Keluarga dari Almarhum Petrus Adrianus Siga Mitang asal Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka mendatangi Polres Sikka pada Rabu 7 September 2022 kemarin.

Tujuan kedatangan mereka adalah meminta update informasi terkini hasil penyelidikan pihak Polres Sikka atas kasus kematian yang menimpa Petrus (Alm) pada senin 5 September 2022 lalu.

Dari informasi yang diperoleh keluarga, Petrus Adrianus Siga Mitang diduga meninggal karena kecelakaan lalu lintas  (bertabrakan dengan pengendara motor lain) namun dari hasil informasi dan pengamatan keluarga korban, keluarga menemukan beberapa "keganjalan".

Hal ini disampaikan oleh salah satu kerabat korban Petrus Adrianus Siga Mitang  yakni Yosep After Oka (35) saat ditemui di halaman Polres Sikka, Rabu 7 September 2022. Yosep menjelaskan pemberitahuan perihal informasi kematian korban karena terlibat lakalantas untuk keluarga itu pun didapatkan secara tiba-tiba bahkan menurutnya itu dari "sumber kedua" (pihak Jasa Raharja).

"Saat kita kuburkan, pihak jasa Raharja yang saya kurang hafal namanya datang ke rumah dan menanyakan, katanya korban apakah benar mengalami kecelakaan dan ia juga menyertakan identitas korban juga dengan pengendara lain yang terlibat tabrakan dengan korban. Ini yang membuat kami kaget," tuturnya.

Baca juga: Setelah 24 Tahun Melakukan Intervensi, WVI Tutup Area Program di Sumba Timur

 

Selain itu Yosep menceritakan kronologi kejadian kasus tersebut. Katanya, pada Tanggal 5 sekitar pukul 12.00 malam, Petrus melakukan perjalanan ke Waioti bersama temannya yang adalah pacarnya dan yang lainnya. Diketahui keduanya (ia dan pacarnya) sempat berjanjian bahwa ketika Petrus kembali ke rumah akan menginformasikan ke pacarnya via telepon bahwa ia telah sampai ke rumah. Namun, setelah ditunggu-tunggu Petrus tak kunjung memberi kabar kepada pacarnya.

"Akhirnya pacarnya berinisiatif menelepon Petrus Adrianus Siga Mitang (korban). Nah pas telepon yang angkat itu bukan Petrus tapi orang lain diduga suara orang tersebut adalah seperti suara laki-laki. Laki-laki itu memberitahu pacarnya Petrus bahwa pemilik HP ini sementara di IGD dr. Tc. Hillers Maumere, korban kecelakaan.  Akhirnya pacarnya Petrus ini coba hubungi keluarga yang lain untuk beritahu informasi itu," ungkap Yosep.

Ketika keluarga Petrus Adrianus Siga Mitang berangkat ke rumah sakit, setibanya di sana ditemukan Petrus (korban) dalam keadaan tak bernyawa. Hasil pengamatan keluarga pada tubuh korban pun ditemukan beberapa luka lebam.

"Bekas lebam di kelopak mata kanan tanpa ada goresan. Yang kami keluarga berasumsi bahwa itu terjadi kontak atau benturan benda tumpul tetapi permukaan benda tumpul itu diperkirakan agak lunak sehingga dia tidak pecah, dia hanya lebam. Terus ada juga luka di belakang kepala, habis itu tangan kanannya diperkirakan patah, pinggang juga diduga ada patah, dengan luka di ruas-ruas tangan dekat jari, terus keluarga melihat mayat korban, waktu mau dibawa kamar mayat keluarga bilang sabar dulu, dilaporkan ke kepolisian dulu," ujarnya.

Markus Mau, salah satu kerabat korban pada subuh sekitar Pukul 04.00 subuh, mendatangi SPKT Polres Sikka dan melaporkan kejadian itu.

"Ia sampaikan pada polisi bahwa ada keluarga kami di rumah sakit, meninggal diduga karena kecelakaan. Tapi tempat kejadian, kecelakaan seperti apa kita tidak tahu. Setelah disampaikan Markuspun pulang. Tidak lama Polisi datang entah ambil visum atau gimana gitu, ambil keterangan semuanya. Akhirnya dimandikan dan kita bawa ke kampung untuk dikuburkan," kata Yosep.

"Pas upacara pemakaman habis, tanggal 7 kemarin sore, sekitar jam 7 atau 8 datanglah pegawai Jasa Raharja, datang menyampaikan apakah ini saudara Petrus Siga Mitang? Kami bilang ia ini dia yang dikuburkan di sini, ia menyampaikan bahwa kami dari pihak Raharja mau mengambil data korban, untuk dimasukkan dalam pencairan santunan jasa Raharja. Kami kaget, karena kami dari keluarga sendiri belum menyampaikan kepada pihak Jasa Raharja menyangkut dengan kejadian ini. Kami sendiri juga belum tahu siapa pelakunya, apakah murni kecelakaan atau apa ini kita tidak tahu. Akhirnya dari situ, pegawai tersebut menyampaikan, ada satu yang diduga lawan tabraknya namanya A atau S, saya kurang ingat namanya dan ada 3 saksi katanya membantu saat kejadian tersebut," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved