Berita Kupang

Potret Lansia Pejuang Rupiah Mengais Rupiah, Jualan Pisang Berjalan di Terik Kota Kupang

ibu warga eks Tim-Tim yang saat ini bertempat tinggal di Bau-bau, Kabupaten Kupang ini memilih mengais berkat di Kota Kupang

Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
PISANG - Ibu Yuli saat menawarkan barang jualannya kepada sejumlah wartawan yang sedang bersantai di Lopo NTT Satu Data, Selasa 6 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ditengah panasnya matahari terik Kota Kupang  tidak pudarkan semangat Yuliana Amaral,  yang mengadu keberuntungan untuk mendapat rezeki di Kota Kupang.

Berpenampilan sederhana, ibu warga Eks Tim-Tim yang saat ini bertempat tinggal di Bau-bau, Kabupaten Kupang ini memilih mengais berkat di Kota Kupang.

Bermodalkan kerja keras dan semangat juang, Yuli, sapaan akrab ibu tiga anak ini memilih berjualan pisang dengan cara berjalan kaki di Kota Kupang.

Yuli, saat ditemui Pos-Kupang.Com di Lopo NTT Satu Data itu, Selasa 6 September 2022 menyampaikan jika cara berjualan ini sudah lama dilakoninya.

"Saya sudah lama berjualan pisang seperti ini. Saya rumah di Bau-bau, dan kalau datang di kota kupang hanya numpang dengan mobil pick up bayar Rp 8.000 ribu rupiah," cerita dia sambil melayani seorang wartawan yang membeli jualannya.

Baca juga: Kuliner Khas NTT:  Bihun Goreng Babi Timor Lezato, Makan Deng Kecap Asin Perasan Jeruk Purut Timor

Ia menyampaikan hasil keuntungan jualan pisang itu tidak begitu besar, tapi dapat membantu perekonomian keluarganya.

Dikatakan perhari ia dapat menjual enam sisir pisang matang kepada orang-orang yang ditemuinya di tempat-tempat orang sedang bersantai.

"Satu hari saya bisa jual enam sisir pisang matang bahkan lebih. Keuntungannya pun tidak begitu besar, hanya dapat sedikit sa untuk bisa beli keperluan dalam rumah," ujarnya

Selain membantu penuhi kebutuhan rumah tangga, dari hasil jualannya pun dialokasikan untuk membayar uang sekolah kedua anaknya.

Ia mengaku berjualan dengan berjalan kaki, karena lebih cepat dibeli jualannya dibandingkan dengan hanya duduk dan menunggu untuk orang datang membeli.

Ia pun tidak malu untuk mendatangi orang-orang untuk menawar jualannya, karena menurut dia kerja dengan tulus pasti selalu mendapat berkat.

"Saya tidak akan malu kerja seperti ini, karena saya yakin kerja dengan tulus pasti ada saja berkatnya," ungkapnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

pisang jual
PISANG - Ibu Yuli saat menawarkan barang jualannya kepada sejumlah wartawan yang sedang bersantai di Lopo NTT Satu Data, Selasa 6 September 2022.
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved