Berita Manggarai Timur

Deker di Sungai Wae Reca Penghubung Jalan Wae Reca-Kampung Mondo, Matim Memprihatinkan 

Deker yang berbentuk plat itu sebagian besarnya sudah jebol dan materialnya sudah tidak terlihat lagi diduga sudah dibawa arus air banjir

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
RUSAK- Deker di Sungai Wae Reca penghubung jalan Wae Reca-Kampung Mondo, Kabupaten Manggarai Timur terlihat rusak, seperti tampak pada gambar yang diabadikan Kamis 8 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG- Satu unit deker di Sungai Wae Reca menghubungkan ruas jalan Wae Reca-Kampung Mondo, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur kondisinya sangat memprihatinkan. 

Seperti disaksikan Pos Kupang, Kamis 8 September 2022, pagi terlihat deker tersebut kondisinya rusak.

Deker yang berbentuk plat itu sebagian besarnya sudah Jebol dan materialnya sudah tidak terlihat lagi diduga sudah dibawa arus air banjir

Untuk bisa melintasi Sungai itu, warga terpaksa menumpuk material berupa bebatuan besar dan pasir. Namun kondisinya juga sudah memprihatinkan dimana sebagian materialnya sudah hanyut terbawa arus air sungai. 

Akibatnya tampak permukaan badan deker itu tidak rata dan berlubang, sehingga kendaraan yang melintas penuh ekstra hati-hati, apalagi volume arus air di sungai itu cukup besar. 

Selain itu terlihat di ruas jalan itu juga hanya sekitar 1,5 kilometer (KM) badan jalannya sudah diaspal dari simpang 3 jalan Negara Trans Flores sampai di sungai Wae Reca.

Selanjutnya dari sungai tersebut ke Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar dengan jarak sekitar 5-7 Km tampak tidak ada aspal, hanya terlihat badan jalan beralaskan tanah dan bebatuan. 

Badan jalan juga tampak berlubang-lubang dan berlumpur. Di bahu kiri dan kanan jalan ditutupi rumput dan semak belukar yang tinggi diduga tidak ada kendaraan yang melintas di atas jalan itu. 

Ambros salah seorang warga,ketika dimintai pendapatnya meminta Pemda Manggarai Timur untuk bisa membangun deker tersebut dan mengaspalkan ruas jalan yang ada. 

Karena menurutnya, jalan itu merupakan jalan strategis untuk mengangkut hasil pertanian milik masyarakat seperti padi, jagung dan pisang. Selain itu juga, jalan itu menuju sejumlah pusat pemukiman warga. 

"Kita sebagai masyarakat tentu harapan kita pemerintah bisa memperbaiki jalan dan deker ini. Saya yakin pemerintah tentu tetap memperhatikan ini," ujar Ambros. 

Terkait dengan kondisi deker dan jalan di wilayah tersebut, Pos Kupang belum berhasil melakukan konfirmasi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur.(rob)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved