Berita Manggarai Timur

Terus Terjadi Abrasi, Warga Minta Pemda Matim Normalisasi Sungai Wae Bobo

Kini banyak lahan dan tanaman pertanian milik warga di sepanjang bantaran sungai tersebut mulai dari Cambir hingga muara hilang lenyap akibat abrasi

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
ABRASI- Tampak abrasi Sungai Wae Bobo di Manggarai Timur, Selasa 6 September 2022. Kini banyak lahan dan tanaman pertanian milik warga di sepanjang bantaran sungai tersebut mulai dari Cambir hingga muara hilang lenyap akibat abrasi sungai. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG- Daerah Aliran Sungai Wae Bobo yang membelah Kota Borong, Pusat Ibu kota Kabupaten Manggarai Timur terus terjadi Abrasi pada setiap musim hujan. 

Kini banyak lahan dan tanaman pertanian milik warga di sepanjang bantaran sungai tersebut mulai dari Cambir hingga muara hilang lenyap akibat abrasi sungai. Begitu juga bangunan fasilitas publik seperti jembatan juga terancam. 

Pantauan Pos Kupang, Selasa 6 September 2022, terlihat Daerah Aliran Sungai Wae Bobo semakin luas. Lebarnya sudah hampir mencapai 50 hingga 70 meter. 

Tembok penahan yang dibangun di sekitaran Jembatan Pelangi Borong juga terdapat dua titik sudah ambruk diterjang banjir. Kedua titik tanggul yang jebol ini dibagian utara dan selatan dari Jembatan Pelangi. 

Bukan hanya itu tanpak juga beronjong yang dibangun di kaki jembatan Pelangi bagian timur juga sebagian sudah ambruk dihantam banjir.

Baca juga: Rumah Warga di Kampung Ujung Borong Terancam Abrasi Sungai Wae Bobo

Tampak lahan-lahan milik warga di sepanjang bantaran sungai juga terancam, begitu juga dengan rumah-rumah penduduk di lokasi bantaran itu. 

Ahmad salah warga di sekitaran bantaran Sungai itu mengaku, mereka terancam ketika terjadi banjir. Rumah mereka terancam terendam banjir. 

Karena itu Ahmad meminta kepada Pemda Manggarai Timur untuk segera menormalisasi sungai itu. 

"Kami ini kalau turun hujan kami mulai gelisah dan tidak tenang, apalagi banyak lahan milik masyarakat yang hilang karena sungai ini terus terjadi abrasi pada setiap tahun jika terjadi banjir. Kami berharap pemerintah segera normalisasi sungai ini,"ujarnya.

Sekertaris BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Silvatius Agung Selamat, ketika dikonfirmasi Pos Kupang mengatakan, pemerintah daerah juga perihatin terhadap masyarakat yang memiliki rumah dan lahan perkebunan sepanjang bantaran sungai itu. 

Baca juga: Bentengi Pantai dari Abrasi, PLN Bersama Masyarakat dan Pemkab Manggarai Barat Tanam Anakan Mangrove

Karena itu, kata Silvatius, pimerintah tetap memperhatikan untuk menormalisasi sungai tersebut. Sejauh ini belum juga terealisasi karena anggaran terbatas. 

"Kita cukup perihatin dengan saudara-saudari kita di sekitar bantaran karena sungai ini terus terjadi abrasi. BPBD tetap memperhatikan ini dengan sejauh ini kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Tekni Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Instansi terkait lainya seperti Bapelitbangda tetapi terkendala dengan anggaran,"ujar Silvatius. 

"Anggaran pemerintah daerah cukup terbatas, sebab biaya untuk normalisasi sungai itu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Tapi kita tetap berusaha, semoga di tahun-tahun anggaran ke depan bisa terwujud harapan ini,"sambungnya.

Karena itu, Silvatius juga berharap kepada masyarakat di sekitaran bantaran sungai tersebut untuk bersabar. Pemerintah daerah tetap berusaha untuk menormalisasi sungai tersebut sesuai harapan bersama. (rob
 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved