Berita Nagekeo

Bupati Nagekeo Kunjungi Lokasi Pengerjaan Parit Jebakan Air di Desa Ngeggedhawe

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do meninjau lokasi pengerjaan parit jebakan air bertempat di Malakupe, Desa Ngeggedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TOMMY NULANGI
PARIT - Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do tinjau lokasi pengerjaan parit jebakan air di Malakupe, Desa Ngeggedhawe, Jumat 2 September 2022. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Tommy  Nulangi

POS-KUPANG.COM - Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do meninjau lokasi pengerjaan parit jebakan air bertempat di Malakupe, Desa Ngeggedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat 2 September 2022.

Dalam kegiatan itu, Bupati Don didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Remigius Jago, Perwakilan Yayasan Mitra Tani Mandiri Mbay Mikhael Ndoy, Kepala Desa Ngeggedhawe Fransiskus Karae bersama beberapa tokoh masyarakat Desa Ngeggedhawe.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Don menghimbau kepada masyarakat agar perlu menanam tanaman produktif di lahan tidur seperti tanaman bambu, mangga dan jambu mete serta tanaman hortikultura. Ia juga mengapresiasi upaya pekerjaan Parit Jebakan Air (PJA) dan berharap pekerjaan tersebut dilanjutkan hingga tuntas.

Menurutnya penanaman anakan bambu dan tanaman produktif lainnya juga merupakan bagian dari upaya pengendalian terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan demi terwujudnya kelestarian dan konservasi lingkungan hidup.

"Musim penghujan sudah dekat. Pemanfaatan lahan kosong bisa ditanam dengan tanaman bambu dan juga tanaman produktif lainnya seperti jambu mete, mangga, jeruk dan tanaman hortikultura seperti kacang hijau, singkong, dll yang selanjutnya akan didampingi oleh Bapak Mikhael Ndoy dari Yayasan MTM. Untuk anakan bambu nanti bisa bermitra dengan Yayasan Bambu Lestari (YBL) mulai dari proses pembibitan," ujarnya.

Baca juga: Kuliner Khas NTT: Anda Penderita Diabetes? Yuk Makan Rebusan Ubi Oebelo Ini Pakai Sambal Deta-Deta

Pada kesempatan yang sama, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo Remigius Jago mengatakan melalui program konservasi lahan, air dan hutan dengan kegiatan penggalian Parit Jebakan Air ( PJA) yang dilakukan tersebut  sebagai upaya pengendalian terhadap kerusakan dan pencemaran Lingkungan.

Selain jebakan air juga adanya penanaman pohon yang bersifat multifungsi sehingga fungsi secara ekologi tetap berjalan dan secara ekonomi berguna dalam menunjang pendapatan masyarakat.

"Dalam program konservasi ini minimal memperhatikan dua kepentingan, yakni ekonomi dan ekologi yang harus berjalan seiring dan seimbang. Jika kepentingan ekologi diabaikan dan lebih mengutamakan kepentingan ekonomi maka dampak negatif yang akan terjadi dikemudian hari akan meluluhlantahkan kehidupan ekonomi itu sendiri," Jelas Remigius.

Lebih lanjut menurutnya, penggalian Parit Jebakan Air ini bertujuan untuk mengurangi laju aliran permukaan (surface run off flow) dalam rangka mengendalikan banjir dan erosi tanah, menambah atau meningkatkan persediaan aìr tanah yang berdampak pada peningkatan debit air pada sumber⊃2; mata air.

Selain itu manfaatnya juga dapat meningkatkan kelembaban tanah yang berdampàk pada kesuburan dan sekaligus mengurangi laju kebakaran hutan/lahan.

Ia juga mengharapkan adanya kesadaran dan pemahaman yang tinggi dari masyarakat akan kegunaan dibuatnya PJA tersebut.

"Jumlah seluruh ada 360 PJA. Akan 3  tujuan tersebut di atas diharapkan kepada semua masyarakat untuk menyadari dan memahami bahwa PJA ini sangat berguna terutama mayarakat yang memiliki lahan potensi ataupun lahan tidur," harapnya.

Ia menambahkan, setelah kegiatan PJA ini dilanjutkan dengan penanaman pohon yang berfungsi multifungsi pada musim hujan yaitu pada bulan-bulan yang mempunyai huruf R sehingga menjamin kehidupan tanaman tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved