Berita Kota Kupang

Pemkot Kupang Diminta Selesaikan Persoalan P3K

ebab pemerintah pusat, telah mentransfer DAU sebesar Rp 33,8 miliar ke rekening Pemkot untuk pembayaran gaji P3K mulai dari Januari.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang diminta membereskan persoalan utama tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K yang belum diangkat Pemkot kendati telah lulus Oktober dan Desember tahun lalu.

Pemkot dinilai masa bodoh dan cuek terhadap nasib P3K itu, mengingat persoalan itu sudah disampaikan berulang-ulang oleh DPRD melalui pemandangan umum di paripurna.

Bahkan persoalan itu menjadi temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang, terhadap laporan keterangan pertangungjawaban wali kota tahun 2021. Belum diangkatnya P3K itu ditenggarai sengaja dilakukan pemkot.

Baca juga: DPRD Kota Kupang Minta Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Sambungan Pipa SPAM ke Rumah Warga 

Persoalan itu makin pelik, sebab pemerintah pusat, telah mentransfer DAU sebesar Rp 33,8 miliar ke rekening Pemkot untuk pembayaran gaji P3K mulai dari Januari.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon meminta pejabat wali kota fokus menyelesaikan persoalan P3K yang masih belum jelas. 

"Ini PR besar untuk menuntaskannya. Masalah ini merupakan kecolongan besar pemerintah, karena dari segi aturan, Kementrian Keuangan sudah kirim DAU, untuk digunakan pemerintah untuk membayar gaji P3K," katanya, pekan lalu.

Dogon heran dengan sikap pemerintah itu. Ia menilai ada sesuatu yang tidak beres atas proses pengangakatan tenaga P3K itu, sebab di kabupaten lainnya di NTT, telah menrima SK pengangakatan itu.

"Tapi di Kota Kupang, yang juga sebagai Ibu Kota provinsi ko beda, padahal waktu dan jadwal tesnya sama. Ini menandakan pengelolaan birokrasi yang tidak jelas," ujarnya. 

Baca juga: DPRD Kota Kupang Minta RSU S.K.Lerik Terbuka Terkait Persoalan Insentif Dokter Spesialis

Lain sisi, Dogon juga kasihan dengan nasib P3K yang tak kunjung diangkat itu. Sebab sebagian besar sudah tidak lagi bekerja, terutama di sekolah swasta (yayasan) karena telah dinyatakan lulus.

Kepala Badan Kepegawaian Kepegawian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang Ade Manafe mengaku ratusan P3K itu belum bisa diangkat karena masih dalam proses pemberkasan, untuk mendapatkan SK pengangkatan. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved