Berita Rote Ndao

'Be Ju Bisa' Milik Bank NTT KC Rote Ndao Diresmikan, Kepala OJK NTT Sebut Jangan Cepat Puas

bank sebagai penyedia jasa. Kedua, orang yang bersedia menjadi agen laku pandai. Ketiga, masyarakat pengguna laku pandai.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
PANTAU - Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu sedang memantau pemilik Kios Alvara Apris Fanggidae (tengah), melayani pembayaran PBB oleh salah seorang warga, dalam acara peresmian Be Ju Bisa Kios Alvara 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT Kantor Cabang (KC) Rote Ndao mengadakan acara peresmian Agen Laku Pandai 'Be Ju Bisa' Kios Alvara di Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Jumat, 02 September 2022.

Menghadiri acara peresmian tersebut, Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu dalam sambutannya menyampaikan, Be Ju Bisa di Kecamatan Rote Selatan merupakan suatu langkah inovasi berkelanjutan Bank NTT KC Rote Ndao.

"Perlu saya ingatkan bahwa jangan cepat puas dengan peresmian ini karena ke depan ada banyak tantangan dalam merealisasikan Be Ju Bisa ini," tandasnya.

Baca juga: Lima Desa Wisata Dampingan Bank NTT di Sumba Timur Potensial

Adapun, Be Ju Bisa dijelaskan Japarmen merupakan bentuk layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusi atau Laku Pandai Bank NTT.

Dirinya juga menyampaikan, pihak OJK bersedia melayani masyarakat, pihak bank Bank NTT, termasuk juga Agen Laku Pandai untuk berdiskusi terkait inklusi keuangan, sehingga kualitas layananan ini tetap terjaga dan terjamin.

Dirincikan Japarmen 3 pihak yang terkait laku pandai.

Pertama, bank sebagai penyedia jasa. Kedua, orang yang bersedia menjadi agen laku pandai. Ketiga, masyarakat pengguna laku pandai.

"Jikalau satu dari 3 pihak ini tidak amanah, maka timbul problem dan program ini akan gagal," terang Japarmen. 

Dicontohkannya, semisal bank tidak komit melakukan pembinaan secara terus menerus kepada agen, atau agen laku pandai tidak amanah.

Baca juga: Lima Desa Wisata Dampingan Bank NTT di Sumba Timur Potensial

"Misalnya, ada masyarakat pinjam Rp 10 juta tetapi ditumpangi agen menjadi Rp 20 juta dan yang Rp 10 juta dipakai sama dia. Juga kalau masyarakat sebagai peminjam tidak disiplin mengembalikan kreditnya. Ini beberapa hal yang menyebabkan program bisa gagal," jelas Japarmen.

Ia juga mengharapkan hal seperti contoh tadi tidak terjadi dan Be Ju Bisa Bank NTT di Rote Selatan ini dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Terpisah, Kadis Pertanian Provinsi NTT, Lucky F Koli mewakili Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  mengatakan, fasilitas Be Ju Bisa Bank NTT bertujuan untuk memudahkan transaksi dan efisiensi pelayanan.

"Selamat untuk Bank NTT yang sudah menyiapkan layanan transaksi untuk membantu masyarakat Rote Ndao. Saya harap ke depan bisa berjalan sesuai target dan sasaran," ungkap Lucky.

Ia memaknai Be Ju Bisa sebagai suatu kolaborasi layanan keuangan Bank NTT yang harus disambut dan ditanggapi baik dengan, sebab intinya ingin membantu masyarakat Rote Ndao.

Baca juga: Didampingi Dirut Bank NTT, Bupati Hery Launching Pembayaran Online PBB, 9 Pajak Daerah dan BPHTB 

"Pak Gubernur memberi pesan, Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkolaborasi untuk memastikan berapa banyak kelompok masyarakat miskin panen hasil pertanian, perikanan, dan peternakan dan berapa banyak mereka yang memanfaatkan jasa layanan Be Ju Bisa atau layanan perbankan lainnya karena ini merupakan indikator untuk memastikan bahwa semua disign dalam rangka penurunan tingkat kemiskinan dan membangun ekonomi Kabupaten Rote Ndao itu terarah secara baik, fokus, dan bisa diukur progresnya," tutup Lucky. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved