Berita Flores Timur

Padma Indonesia Minta Pemerintah dan Gereja Perhatikan Nasib Anak Korban Pembunuhan Solor Selatan

Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Padma Indonesia, Gabriel Goa mengatakan pelaku

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
PADMA - Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA - Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Padma Indonesia, Gabriel Goa mengatakan pelaku pembunuhan, Kanisius Rupa Kolin (40) terhadap isterinya, Antonia Sana Herin (45) wajib dan pantas dihukum seberat-beratnya agar menimbulkan efek jera.

Selain hukuman berat, Padma Indonesia juga meminta pemerintah daerah Flotim dan gereja memperhatikan anak-anak korban yang saat ini masih mengenyam pendidikan. 

Menurut dia, empat anak korban wajib diselamatkan dan segera dibantu. Pendampingan psikologis, tumbuh kembang anak-anak, bantuan pendidikan dan mempersiapkan masa depan anak-anak, wajib dilakukan oleh negara melalui pemerintah kabupaten Flotim lintas dinas seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lainnya bekerjasama dengan lembaga agama seperti susteran dan Keuskupan Larantuka.

"Secara pribadi dan lembaga, kami dari Lembaga Hukum dan Ham Padma Indonesia menyatakan duka yang mendalam karena banyak perempuan di NTT menjadi korban kekerasan fisik dan psikhis dari suaminya sendiri bahkan dari pacarnya sendiri," katanya kepada wartawan, Selasa 30 Agustus 2022. 

Terpanggil untuk menyelamatkan perempuan dan anak dari kekerasan fisik dan psikhis di NTT, Padma Indonesia menyatakan beberapa poin penyataan sikap :

1. Mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama jajarannya di provinsi, kabupaten hingga desa bekerjasamadengan lembaga agama dan penggiat anti kekerasan melakukan penyadaran dan animasi spiritual penghargaan terhadap harkat dan martabat Allah bukan menginjak-injaknya bahkan tragisnya membunuh secara keji.

Baca juga: Kuliner Khas NTT : Babi Rica vs Kamangi Hutan yang Lecker Pake Kurus Padi ala Ferry Ndoen

2. Mendesak Penjabat Bupati Flores Timur segera berkoordinasi dengan Uskup Larantuka untuk menyelamatkan anak-anak korban melalui pendampingan secara psikologis, bantuan tumbuh kembang, bantuan ekonomi dan pendidikan anak-anak korban.

3. Mendesak Penjabat Bupati Flotim segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI dan Pol PP untuk mencegah terjadinya konflik antar keluarga pelaku dan keluarga korban, dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum dengan menghukum seberat-beratnya pelaku agar menimbulkan efek jera. 

Pembunuhan Disaksikan Anak

Antonia Sana Herin (45), warga Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim) menjadi korban kebrutalan sang suami, Kanisius Rupa Kolin (40). Ia tewas di tempat setelah disabet senjata tajam oleh suaminya sendiri, Minggu, 28 Agustus 2022 sekitar Pukul 07.00 WITA.

Kepergian Antonia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dan anak-anaknya. Kini, mereka harus belajar hidup mandiri, lantaran sang ayah kini mendekam di penjara.

Baca juga: Komisi Pemilihan Umum KPU Flores Timur Usulkan Rp 70 Miliar Hadapi Pilkada 2024

Pasangan suami istri ini memiliki empat orang anak. Meski bermatapencaharian petani, namun keempat anak mereka saat ini mengenyam ilmu di bangku sekolah. 

"Mereka punya empat orang anak. Anak pertama perempuan kelas 2 SMA. Ketiga adiknya masih duduk di bangku SD," ujar sumber itu kepada wartawan, Senin 29 Agustus 2022.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved