Berita NTT

BPJAMSOSTEK Perluas Kepesertaan Pekerja Jasa Konstruksi di Kabupaten Nagekeo

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK memerluas cakupan kepesertaan jaminan sosial dari kalangan pekerja jasa kon

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Sebuah spanduk yang mengetengahkan informasi tentang kepesertaan dalam program BPJAMSOSTEK. 

POS-KUPANG.COM, ENDE - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK memerluas cakupan kepesertaan jaminan sosial dari kalangan pekerja jasa konstruksi di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bulan lalu, sekitar 25 proyek APBD II sudah didaftarkan," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ende,  Hendi Kurniawan ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Kamis, 25 Agustus 2022.

Dia menjelaskan, kepesertaan pekerja jasa konstruksi di Nagekeo cukup bagus, terlihat dari banyak badan usaha menang tender proyek yang patuh mendaftarkan para pekerja jasa konstruksi dalam program jaminan sosial tersebut.

Ia menambahkan, tenaga kerja proyek strategis nasional yang bersumber dari dana APBN, yaitu pembangunan Waduk Lambo Mbay juga sudah didaftarkan oleh PT Waskita Karya Kerja Sama Operasi (KSO) PT Bumi Indah.

Kepesertaan pekerja jasa konstruksi dalam program BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, juga berkat dukungan penuh dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Nagekeo.

"Dukungan penuh dari LPSE Nagekeo terkait persyaratan wajib dalam pencairan harus sudah didaftarkan proyek jasa konstruksinya," ungkapnya.

Dia optimistis jumlah peserta dalam jasa konstruksi akan terus meningkat seiring dengan beberapa proses lelang pekerjaan di Nagekeo hingga akhir tahun.

Dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja jasa konstruksi akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) pada sektor jasa konstruksi.

JKK merupakan program perlindungan yang berbentuk pelayanan kesehatan disertai santunan berupa uang tunai bagi peserta yang mengidap penyakit atau mengalami kecelakaan kerja disebabkan oleh lingkungan kerja. Manfaat JKK antara lain perawatan dan pengobatan sesuai kebutuhan medis, dan atau santunan berupa uang tunai.

JKM merupakan program perlindungan dengan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris saat peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Manfaat diterima peserta program JKM berbentuk santunan berkala, biaya pemakaman, dan beasiswa pendidikan anak maksimal Rp174 juta untuk dua anak.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved