Berita Kabupaten Belu

Sekda Belu Johanes Prihatin: Realisasi Belanja Modal APBD Kabupaten Belu 31 Persen 

Realisasi belanja modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belu sampai dengan bulan ketiga (Agustus) triwulan ketiga tahun 2

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
SEKDA - Sekda Belu, Yohanes Andes Prihatin, SE, M.Si 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Realisasi belanja modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Kabupaten Belu sampai dengan bulan ketiga (Agustus) triwulan ketiga tahun 2022 mencapai 31 persen. 

Sedangkan realisasi bukan belanja modal, seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa sebesar 51 persen. 

Belanja modal akan meningkat pada bulan pertama triwulan keempat atau Oktober 2022 setelah semua pekerjaan fisik sudah dilakukan pencairan uang muka dan pencairan terminal berdasarkan progres fisik pekerjaan. 

Hal ini disampaikan Sekda Belu, Yohanes Andes Prihatin, SE, M.Si saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Sabtu 27 Agustus 2022. 

Pria yang disapa Jap ini menjelaskan, realisasi belanja modal APBD Kabupaten Belu tahun 2022 masih 31 persen atau belum mencapai target yang semestinya sudah 60-70 persen pada akhir triwulan ketiga. Hal ini dimaklumi karena progres pelaksanaan belanja modal yakni pelelangan dan kontrak baru selesai Juni-Juli 2022.

"Realisasi belanja modal sudah 31 persen yang mestinya adalah kurang lebih sudah 65-70 persen. 
itu kita maklumi karena memang progres belanja modal baru semua selesai akhir triwulan kedua sekitar Juni- Juli untuk tahapan lelang dan kontrak", jela Sekda Belu  

Lanjut  Sekda Belu Jap, realisasi belanja modal akan meningkat signifikan pada bulan pertama triwulan keempat atau bulan Oktober 2022 karena semua pekerjaan yang sudah tanda tangan kontrak akan lakukan pencairan uang muka bahkan pencairan termin sesuai dengan progres fisik pekerjaan. 

"Kita dorong seluruh kontrak belanja modal yang sudah ditandatangan kontrak untuk diambil uang muka. Terus kita dorong progres pelaksanaan belanja modal supaya bisa lakukan proses pencairan termin berdasarkan progres fisik", tutur  Sekda Belu

Tambah dia, realiasi belanja APBD tahun 2022 juga akan meningkat pada akhir Agustus ini setelah semua tunjangan tambahan pegawai (TPP) dicairkan. 

"Yang bisa mendongkrak realisasi belanja kita juga ketika sudah selesai pencairan TPP. Dari 52 OPD yang berhak mengajukan TPP, 90 persen sudah SP2D. Sekitar 90 persen pegawai sudah Terima TPP. Ini TPP enam bulan yang nilainya 15 Miliar", tandasnya. 

Menurut Jap, pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk merealisasi anggaran secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran daerah untuk membantu peningkatan ekonomi. 

"Semakin cepat realisasi anggaran pemerintah semakin bertambah uang beredar di masyarakat. Tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi", tutupnya. (jen). 

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

SEKDA - Sekda Belu, Yohanes Andes Prihatin, SE, M.Si
SEKDA - Sekda Belu, Yohanes Andes Prihatin, SE, M.Si (POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved