Calon Presiden

Jokowi Beri Sinyal Tinggalkan Ganjar Pranowo: Biar Elektabilitas Tinggi Belum Tentu Diusung

Joko Widodo, politisi yang diusung PDIP hingga memangku jabatan sebagai Presiden RI, memberikan sinyal politik yang berbeda, tinggalkan Ganjar Pranowo

Editor: Frans Krowin
Istimewa
Presiden Joko Widodo dan Ganjar Pranowo. Foto dokumentasi. Presiden Jokowi disebut-sebut telah memberikan sinyal dukungan ke Puan Maharani dan tinggalkan Ganjar Pranowo. 

POS-KUPANG.COM - Joko Widodo, Politisi Kebanggan PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ) hingga memangku jabatan sebagai Presiden RI, memberikan sinyal politik yang beda dengan sebelumnya.

Sinyal politik tersebut terkait dukungan terhadap Calon Presiden yang akan maju, bertarung dan menggantikan dirinya sebagai Presiden RI.

Isyarat dukungan tersebut mengemuka, tersirat dalam penyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa tingginya elektabilitas seseorang belum tentu didukung oleh partai politik.

Terhadap pernyataan itulah, pengamat politik dari Voxpol Center Reseach & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago angkat bicara.

Baca juga: Komentar Ganjar Pranowo Soal Kunjungan Puan ke Surya Paloh: Siapa Saja Boleh

Dia mengatakan, bahwa pernyataan Jokowi yang juga Presiden RI asal PDIP itu, merupakan sinyal kuat akan dukungan terhadap Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Pernyataan itu juga menyiratkan tafsiran bahwa PDIP berkemungkinan memilih Puan Maharani sebagai figur yang diusung sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Tafsiran ini, katanya, didasarkan pada beberapa alasan bahwa pertama, apa yang disampaikan Jokowi merupakan indikasi awal untuk tinggalkan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah  dan beralih ke Puan Maharani.

Itu artinya, Presiden Jokowi telah mendapatkan informasi mengenai dukungan PDIP ke Puan Maharani atau bukan ke Ganjar Pranowo.

"Pertama, PDIP sudah memberikan kode bahwa elektabilitas yang moncer atau tinggi, tidak menjadi preferensi menentukan dukungan capres," ujar Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu 27 Agustus 2022.

Pasalnya, lanjut dia, PDIP mungkin menyadari bahwa kebutuhan Indonesia tidak bisa hanya semata indikator elektabilitas.

Kedua, lanjut Pangi, apakah nanti PDIP konsisten atau ditaklukkan oleh kehendak dan realitas politik, yang ujung-ujungnya bakal mengusung yang mungkin elektabilitasnya tinggi, yang berpeluang menang?

Ataukah, lanjut dia, PDIP tetap konsisten mendukung Calon Presiden yang mengakar di parpol, yang ideologis dan punya narasi kebangsaan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan.

Ketiga, kata Pangi Syarwi Chaniago, apakah pernyataan Jokowi tentang elektabilitas tersebut, ditujukan kepada Ganjar Pranowo atau Puan Maharani atau figur yang lain.

Baca juga: Elit PDIP Datangi Markas NasDem, Bukan Bahas Ganjar Pranowo Tapi Diskusikan Masalah Ini

Akan tetapi, lanjut dia, pesan yang ditangkap adalah kendati elektabilitas Puan Maharani tak setinggi Ganjar, tapi Ganjar Pranowo yang terlalu kepedan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved