Kasus Astri Lael

Inilah Kronologi Peristiwa Kematian Astri Manafe dan Lael Maccabee

kronologi peristiwa Pembunuhan Ibu dan anak, Astri Manafe serta Lael Maccabee.Untuk diketahui, dalam kasus ini JPU memeriksa 29 orang dan ahli 4 orang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
SIDANG - Suasana sidang kasus Astri Lael dengan terdakwa Randi Badjideh (RB) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANG --Inilah kronologi peristiwa Pembunuhan Ibu dan Anak, Astri Manafe serta Lael Maccabee. Kasus ini berawal ketika kedua korban dijemput oleh teman Astri, yakni Arca.

Sesuai data dan informasi yang diperoleh dari tim Kuasa Hukum keluarga korban, menyebutkan bahwa:

- Tanggal 27 Agustus 2021 sekitar jam 08.00 wita, kedua korban dijemput oleh  teman bernama Arca.

 - Tanggal 28 Agustus 2021 korban di eksekusi di lokasi Hollywood pukul 08:00 wita pagi di dalam mobil Rush Hitam.

 - Tanggal 31 Agustus 2021 mayat seorang perempuan dewasa beserta bayi laki-laki ditemukan di lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, RT 01 RW 01, Kelurahan Penkase- Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

- Tanggal 2 November 2021 pukul 23.00 wita atau jam 11:00 malam keluarga mendapat informasi dari salah satu teman akrab korban bernama Santi Mansula yang berada di Rote lewat telepon bahwa ia mendengar adanya berita di media sosial tentang penemuan jenasah seorang ibu bersama anak bayi di lokasi penggalian saluran air minum di Penkase Oeleta Kecamatan Alak.

- Tanggal 3 November 2021, keluarga melaporkan kasus kehilangan di  Polsek Alak , kemudian diambil keterangan dan pengambilan sampel DNA keluarga.

- Tanggal 6 November 2021 keluarga minta izin ke penyidik untuk melihat jenasah dua korban di TSB Titus Uly.

- Tanggal 24 Oktober 2021 keluarga baru mengetahui hasil autopsi, setelah ditemukan, pihak kepolisian kemudian turun tangan melakukan investigasi dan autopsi beserta upaya untuk menangkap pelaku pembunuhan ini.

- Tanggal 25 November 2021 jenazah kedua korban diserahkan ke keluarga setelah hasil autopsi keluar pada 25 November 2021.

- Tanggal 2 Desember 2021, diantar oleh kerabatnya yang juga anggota polisi, Randi Badjideh menyerahkan diri kepada Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs.Lotharia Latif, S.H M.Hum di ruang Dit Reskrimum Polda NTT dan mengaku sebagai pelaku tunggal pembunuhan ini

- Tanggal 3 Desember 2021, Randy Badjideh resmi ditahan dengan ancaman pasal 338 KUHP.

- Tanggal 6 Desember 2021, Humas Polda NTT menggelar konferensi pers kasus ini dengan memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved