Berita Malaka

Perbup Pilkades Serentak di  Malaka Sudah Disosialisasikan 

Tim melakukan pertemuan dengan semua stakeholder untuk menyamakan persepsi terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
SOSIALISASI - Doktor Nando  (angkat tangan) dan tim ketika sosialisasi itu. 

POS-KUPANG.COM, BETUN - Peraturan Bupati (Perbup) Malaka tentang  Pemilihan Kepala Desa Serentak sudah disosialisasikan kepada masyarakat di kabupaten itu. 

"Kami sudah lakukan sosialisasi pada 12 kecamatan sejak tanggal 4 sampai 12 Agustus 2022," kata satu di antara Sekretaris Sosialisasi Pilbup Serentak Kabupaten Malaka, Dr. Yohanes Bernando  Seran, S.H, M.H,  saat dihubungi ke Betun, Selasa, 23 Agustus 2022.

Doktor Nando, demikian panggilan akrabnya mengatakan, sosialisasi itu dilakukan oleh tim kabupaten dan tim pemilihan dari 124 desa di Malaka.

Baca juga: Rembesan Diduga Minyak di Laut Wemasa Malaka, Dinas ESDM NTT Imbau Warga Melapor

Tim pemilihan desa dipilih oleh BPD (Badan Perwakilan Desa) dengan susunan perwakilan semua elemen masyarakat desa. Sedangkan tim pemilihan kabupaten ditetapkan oleh bupati. 

Menurut doktor jebolan Universitas Gadjah MadaYogyakarta, ini tim sosialisasi baik dari kabupaten maupun desa telah menunaikan tugasnya dengan baik. Tim melakukan pertemuan dengan semua stakeholder untuk menyamakan persepsi terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di akar rumput. 

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Malaka, ini selain masyarakat,  tim juga menggandeng pimpinan agama, para tokoh adat, tokoh masyarakat serta para pihak untuk menyatukan pandangan.  

Intinya kata Doktor Nando, pesta demokrasi  entah Pilkades, Pilbup dan lainnnya di tiap desa  rentan atas konflik sosial. Untuk mengantisipasinya maka perlu dilakukan langkah-langkah sejak dini, di antaranya dengan melakukan sosialisasi di semua desa. 

"Kami berharap Pilkades Serentak itu  berjalan sukses. Jika terjadi sesuatu maka aturannya jelas. Garis koordinasi pun akan jalan sehingga mudah ditangani," tegas mantan wartawan ini. 

Baca juga: Upacara HUT RI ke- 77 di Malaka Panggung Kehormatan Didesain Merah Putih

Ia mengatakan, hal-hal krusial yang menjadi aksentuasi sosialisasi, yakni  agar warga memegang teguh pada persyaratan yang sudah ditetapkan dalam Perbup. Tidak ada toleransi bagi yang tidak memenuhi salah satu persyaratan dari belasan syarat karena sifatnya adalah kumulatif dan bukan alternatif.

Selain itu kata dia, BPD diharapkan jeli dalam membentuk panitia pemilihan di desa agar kerja-kerja panitia tidak digugat di kemudian hari.

Selain itu, jika terjadi perselisihan dalam proses Pilkades diselesaikan secara musyawarah mufakat agar tidak menimbulkan perpecahan dalam masyarakat desa.

Masyarakat juga diharapkan untuk berhati-hati dalam prosesnya karena diduga akan ada intervensi pihak tertentu untuk kepentingan politik Pemilu dan Pikada nanti.

Hal lainnya kata dia adalah menghindari politik uang dalam proses Pilkades karena dapat mengakibatkan  diskualifikasi dan peristiwa pidana.

Untuk diketahui, Pilkades Serentak di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste (darat ) dan berbatasan laut dengan Negara Australia,  itu  terlaksana mulai 14 Agustus 2022 sampai 2 Desember 2022. Pengumuman hasil Pilkades pada 9 Desember 2022. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved