Unwira Kupang

Bupati Nagekeo Ajak UNWIRA Kolaborasi Genjot SDM Olah Rempah-Rempah 

kecamatan Nangaroro, bumi rempah-rempah milik kabupaten Nagekeo. Dulu, Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/H.O-KKN UNWIRA B
Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do saat memberikan sambutan membuka kegiatan Gebyar Aman Calistung yang digelar oleh mahasiswa mahasiswi peserta KKNT-PPM di kecamatan Keo Tengah, Minggu 14 Agustus 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do mengajak Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang untuk bersama hasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) Nagekeo yang handal di bidang teknologi pengolahan dan produksi, untuk dapat mengolah hasil alam Nagekeo, teristimewa hasil alam di Kecamatan Keo Tengah dan Kecamatan Nangaroro. 

“Titipan pesan dari kami untuk UNWIRA Kupang, mari kita bersama genjot kualitas Sumber Daya Manusia, di bidang olahan dan produksi untuk dapat mengolah hasil alam Keo Tengah menjadi produk-produk unggulan," kata Bupati Don Bosco. 

Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan kegiatan Gebyar Aman Calistung (Gebyar Adikku Mantap Baca, Tulis, Hitung) yang digelar oleh mahasiswa mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, di Aula Serba Guna SDK Nodede, desa Udiworowatu, kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, Minggu 14 Agustus 2022. 

Baca juga: Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang Lomba Gebyar Aman Calistung di SDI Kuanheun Kecamatan Kupang Barat

Bupati Don Bosco Do menyampaikan hal tersebut, menanggapi pernyataan yang dikemukakan oleh Koordinator KKNT-PPM UNWIRA di kabupaten Nagekeo, Gerardus D Tukan, yang dalam pengantar sebagai penyelenggara Gebyar Aman Calistung, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Nagekeo yang menerima mahasiswa UNWIRA untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKNT-PPM) semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022 di bumi rempah-rempah milik kabupaten Nagekeo, yakni di Kecamatan Keo Tengah serta Kecamatan Nangaroro.

“Kami Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo yang telah menerima kami, mahasiswa mahasiswi kami melaksanakan KKNT-PPM di kecamatan Keo Tengah dan kecamatan Nangaroro, bumi rempah-rempah milik kabupaten Nagekeo. Dulu, Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, dan yang mereka cari adalah rempah-rempah. Kabupaten Nagekeo juga memiliki kekayaan luar biasa itu, dan adanya di kecamatan Keo tengah serta kecamatan Nagaroro," ujar Gerady Tukan. 

Gerady meminta kepada PEMDA Nagekeo untuk memperhatikan sarana telekomunikasi di kecamatan Keo Tengah, sebab wailayah ini masih cukup terkendala dengan jaringan telekomunikasi. 

"Kiranya pemerintah Nagekeo dapat mengatasi satu kendala di wilayah Keo tengah, bumi rempah-rempah ini yakni jaringan telkomsel, sehingga dapat mendukung warga serta BUMDes-BUMDes memperkenalkan hasil alam dan memasarkan produk-produk menggunakan sarana telekomunikasi," pinta Gerady. 

Baca juga: Peserta KKNT-PPM Unwira Kupang Gelar Gebyar Aman Calistung di Kelurahan Batakte

Menanggapi istilah ‘bumi rempah-rempah milik kabupaten Nagekeo’, yang dikemukakan oleh Gerady Tukan tersebut, Bupati Don Bosco Do pun menguraikan bahwa Kecamatan Keo Tengah, dalam sejarahnya, pernah menjadi kawasan terisolir. 

Tidak ada jalan raya mencapai kawasan yang subur ini. Namun di Keo Tengah pernah berdiri pabrik sabun, dengan bahan baku buah kelapa. 

“Pabrik sabun pernah ada di Keo tengah ini, meskipun daerah ini terisolasi kala itu, dan akses ke sini hanya melalui laut. Namun, teknologi industri ini pernah ada di sini," ungkap Bupati Don Bosco Do. 

Dia mengajak masyarakat Keo Tengah untuk kedepan, tidak lagi menjual buah kelapa utuh, namun perlu diolah terlebih dahulu menjadi produk-produk unggulan. 

“Keo Tengah mempunyai keunggulan yaitu sumber daya alam, rempah-rempah, dan sangat perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia ke arah teknologi pengolahan ini. Kami siap kolaborasi dengan kampus UNWIRA untuk pengembangan teknologi olahan rempah-rempah dan mempersiapkan SDM di bidang produksi untuk mengolah hasil alam Nagekeo menjadi produk-produk bermutu," ujar Bupati Don Bosco Do.

Bupati juga mengajak hadirin untuk mengioptimalkan potensi minyak kelapa sebagai cara mengatasi kelangkaan minyak goreng, dan menyatakan akan memperhatikan masalah jaringaan telekomunikasi yang masih menjadi masalah di wilayah Kecamatan keo Tengah.(*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved