Berita Manggarai Barat

Pelaku UMKM di Labuan Bajo Sebut Pariwisata Kembali Normal

sektor pariwisata di Labuan Bajo selalu normal, sehingga dapat meningkatkan penjualan produk UMKM di daerah itu. 

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
OWNER - Owner Sentra Tenun Ikan ForLaViviaN, Waty Ontong 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Para pelaku UMKM di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengatakan sektor pariwisata di daerah itu sudah kembali normal.

Hal tersebut disampaikan Owner Sentra Tenun Ikan ForLaViviaN, Waty Ontong saat ditemui, Jumat 12 Agustus 2022.

"Secara umum sudah lancar, penjualan produk UMKM kami lancar," katanya. 

Waty Ontong mengakui, usaha tenun dan sovenir miliknya sepi saat gelombang protes penetapan tarif paket wisata ke Taman Nasional Komodo. 

Baca juga: Komisaris Bank Besar Tanah Air Ajak ke Labuan Bajo Hidupkan UMKM Setempat 

Namun demikian, seiring waktu berjalan, aktivitas pariwisata kembali normal karena tingginya kunjungan wisatawan dan adanya ivent di Labuan Bajo

"Penjualan sebenarnya tergantung mitra dan relasi kita, tapi saat demo satu minggu itu kami terdampak. Saat ini pokoknya kalau sudah ada kegiatan seperti sekarang ini aman," katanya. 

Pihaknya berharap, sektor pariwisata di Labuan Bajo selalu normal, sehingga dapat meningkatkan penjualan produk UMKM di daerah itu. 

"Kami harap ivent selalu ada, bila perlu terjadwal sehingga jadi ivent tahunan yang banyak mendatangkan orang ke Labuan Bajo," katanya. 

Sebelumnya, pariwisata Labuan Bajo sempat terganggu karena protes sejumlah pelaku pariwisata yang menolak kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang menerapkan tarif paket wisata ke Pulau Padar dan Pulau Komodo sebesar Rp 3.75 juta per wisatawan per tahun.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menunda kebijakan penerapan tarif paket wisata ke Pulau Komodo, Pulau Padar dan kawasan perairan sekitarnya sebesar Rp 3.75 juta per wisatawan per tahun. 

Baca juga: Paket Wisata Labuan Bajo, Daftar Perjalanan Utama dan Paling Dimintai Saat Liburan ke Komodo

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi NTT, Sony Zeth Libing mengatakan, kebijakan tersebut akan diberlakukan pada 1 Januari 2023 mendatang. 

"Tahun 2023, 1 Januari sudah mulai kebijakan konservasi, sedangkan dari sekarang sampai dengan 31 Desember 2022 gubernur memberikan dispensasi dengan harga lama," katanya, Senin 8 Agustus 2022.

Sementara itu, selama masa penundaan, Pemprov NTT akan menggenjot sosialisasi dengan berbagai pihak. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved