Berita NTT Hari Ini

Rembesan Diduga Minyak di Laut Wemasa Malaka, Dinas ESDM NTT Imbau Warga Melapor

Dinas ESDM NTT tidak memiliki kewenangan dan ketiadaan bidang khusus minyak dan gas (migas), khusus untuk menangani masalah-masalah seperti ini

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.TRIBUN
ILUSTRASI - Ilustrasi tumpahan minyak diduga dari kebocoan pipa JOB-PPEJ mengotori Pantai Tuban 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Kepala Dinas ESDM atau Energi Dan Sumber Daya Mineral NTT Yusuf Adoe, mengimbau warga di sekitar Pantai Wemasa Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka, NTT untuk melaporkan fenomena diduga rembesan minyak yang terapung di perairan setempat.

Ia menjelaskan, Dinas ESDM NTT tidak memiliki kewenangan dan ketiadaan bidang khusus minyak dan gas (migas), khusus untuk menangani masalah-masalah seperti ini.

"Tentunya kami akan bersurat ke pemerintah pusat. Kami tidak punya kewenangan. Ada hal atau fenomena seperti ini, akan kami laporkan ke pemerintah pusat," kata Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 12 Agustus 2022.

Diakuinya Dinas ESDM NTT telah mendapat informasi itu, namun, sejauh ini belum bisa mengambil upaya apapun, karena harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementrian ESDM selaku pihak yang berwenang.

Dalam pertemuan pada beberapa tahun lalu, Dirjen Migas, pernah menyampaikan ke Pemerintah provinsi NTT bahwa ada dua blok minyak yang berada di kawasan selatan pulau Timor.

Dalam peta, kata dia, tersebar di Perairan Kupang hingga ke Malaka.

Baca juga: Ada Rembesan Minyak di Air Laut Lembata, Ini Tanggapan Project Managing PT USSSINDO Marine

Yusuf menyebut, rembesan minyak yang muncul ini belum diketahui secara pasti posisi atau saluran utama rembesan.

Agar mendapat hasil kajian yang baik, tentu Kementerian ESDM harus melakukan itu.

Ia berjanji akan segera bersurat ke Kementrian ESDM untuk mendapatkan informasi lebih detail.

Tujuannya agar masyarakat di kawasan sekitar tidak resah. Dia mengaku, belum ada koordinasi antar dinas ESDM di wilayah setempat dan provinsi menyikapi fenomena itu.

"Kami di Dinas ESDM ini kan hanya ada di tingkat provinsi. Kami ada cabang dinas tapi ada di Timor Tengah Utara (TTU). Tapi kami juga akan coba koordinasikan untuk dicek. Tapi paling penting kami harus bersurat juga ke Kementrian ESDM," kata dia.

Baca juga: Lima Jurusan Saintek dan Berkarier di Perusahaan Migas

Dalam peta, sebut dia, memang Pantai Wemasa tidak masuk dalam dua blok seperti yang disampaikan Kementrian ESDM. Ini sesuai dengan titik koordinat sebagaimana yang disamp waktu itu.

Oleh karenanya, dibutuhkan kajian dari ahli di kementerian untuk melihat fenomena ini lebih detail.

Yusuf juga mengimbau agar masyarakat di sekitar area itu segera melapor ke pemerintah setempat untuk diambil upaya lanjutan, selain Dinas ESDM menyurati pemerintah pusat.

"Kita tidak tau itu berbahaya atau tidak. Kita akan bersurat meminta informasi ke pemerintah pusat agar masyarakat kita juga tidak resah. Apakah itu mengganggu lingkungan atau tidak kita harus meminta informasi dari pemerintah pusat," tandasnya.(fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved