Unwira Kupang

Mahasiswa KKN Unwira Gelar Gebyar Aman Calistung di Pamakayo

peserta didik SDK Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Gebyar Aman Calistung

Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
GEBYAR - peserta didik SDK Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Gebyar Aman Calistung 

POS-KUPANG.COM - Sebanyak 40 peserta didik SDK Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Gebyar Aman Calistung (Adikku Mantap Baca, Tulis, Hitung) yang digelar oleh kelompok mahasiswa peserta KKNT-PPM Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang pada Selasa (9/8).

Ke-40 peserta didik tersebut terbagi ke dalam tiga kategori lomba Gebyar Aman Calistung, yakni 15 peserta lomba menulis tiru huruf untuk kelas 1, 10 peserta lomba membaca untuk kelas 2, dan 15 peserta lomba menghitung untuk kelas 3.

Program Aman Calistung yang merupakan salah satu program wajib KKNT-PPM Unwira bertema “Unwira Mengabdi untuk Penguatan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Nusa Tenggara Timur” itu berlangsung di SDK Pamakayo sejak Senin (25/7).

Kepala SDK Pamakayo, Fransiska Boleng Ledor dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif baik dari mahasiswa peserta KKN dalam melaksanakan program Aman Calistung. Menurutnya para peserta didik cukup mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan iklim sekolah yang baru pasca pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid 19.

“Kami berterima kasih kepada para mahasiswa yang selama dua pekan terakhir telah memfasilitasi peserta didik di sekolah ini untuk meningkatkan kemampuan mereka secara kognitif dalam menguasai keterampilan membaca, menulis, dan menghitung. Anak-anak selama ini mengalami learning loss pada masa pandemi Covid 19 sehingga dibutuhkan atensi lebih untuk membimbing dan mendampingi anak-anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ledor mengungkapkan keterbatasan jumlah tenaga pendidik di SDK Pamakayo selama ini menjadi kendala dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, selama program Aman Calistung berlangsung, para mahasiswa KKN diperkenankan untuk memanfaatkan jam pelajaran formal di sekolah dan dilanjutkan di luar sekolah pada sore hari.

Sementara itu, Jimmy Paul Lewo Laga, ketua kelompok KKN setempat menuturkan, Gebyar Aman Calistung merupakan puncak rangkaian program Aman Calistung yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi Pamakayo yang unggul dan cakap dalam menyongsong Bonus Demografi 2030 dan 100 tahun Indonesia pada 2045 mendatang.

“Awalnya kami cukup kesulitan dalam menguasai situasi kelas. Tidak semua kami berlatar belakang dari FKIP, namun kami tetap bertekad untuk menjalankan program ini dan memberikan kontribusi bagi pembangunan manusia di Pamakayo, melalui anak-anak yang akan menjadi generasi penerus masa depan Pamakayo dan Flores Timur secara khusus dan Indonesia pada umumnya. Terima kasih kepada pihak sekolah yang selalu mendukung kami selama ini,” ungkap mahasiswa program studi BK tersebut.

Adapun beberapa program KKNT-PPM lainnya yang telah dilaksanakan di desa setempat antara lain partisipasi mahasiswa dalam Gempur Stunting pra Musrenbang, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting dan ibu hamil, perbaikan pipa air untuk menunjang kebutuhan air bersih dan sanitasi, serta sejumlah program kerja menyongsong HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77, yakni pemasangan sejumlah atribut kemerdekaan di sepanjang bahu jalan desa serta persiapan koor untuk Perayaan Ekaristi Kenegaraan di gereja setempat. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

GEBYAR - peserta didik SDK Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Gebyar Aman Calistung
GEBYAR - peserta didik SDK Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Gebyar Aman Calistung (ISTIMEWA)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved