Berita NTT Hari Ini

Dermaga di Sabu Seba Rusak Parah, Penanganan Jangan Tunggu Ada Korban

Kepala Ombudsman RI perwakilan NTT, Darius Beda Daton mengakui kalau telah mendapat laporan berkenaan dengan terbaliknya sebuah truk di dermaga itu

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PRIBADI
TERPEROSOK - Tangkapan layar kondisi Dermaga pelabuhan Ferry di Kabupaten Sabu Raijua yang rusak parah termakan usia. Dalam tangkapan layar, sebuah truk yang bermuatan barang cukup banyak terperosok dan nyaris jatuh ke laut. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dermaga penyeberangan kapal Ferry di Sabu Seba Kabupaten Sabu Raijua saat ini dalam kondisi rusak parah. Dampak ikutannya akses dari dan ke wilayah itu terganggu dengan dermaga yang berlubang.

Belum lagi sering terjadi kecelakaan ketika kendaraan hendak diberangkatkan atau keluar dari kapal Ferry.

Terkait dengan permasalahan ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton mengakui kalau telah mendapat laporan berkenaan dengan terbaliknya sebuah truk di dermaga itu.

"Saya sudah menerima WA video ini sejak truk terbalik di pelabuhan dan sudah saya teruskan ke kepala dinas perhubungan provinsi. Pak kadis menyatakan akan ada skema darurat penanganan yang disiapkan pemprov," kata Darius pada Rabu 10 Agustus 2022.

Dia berharap pelabuhan sebagai jembatan konektivitas antar daerah di NTT tidak dibiarkan rusak berat seperti Pelabuhan Sabu Seba ini.

"Jangan sampai kita menunggu sampai banyak korban baru mulai saling menyalahkan," sebutnya.

Pelabuhan sangat penting sebagai pintu masuk ekonomi perdagangan suatu daerah. Jika kondisi pelabuhan seperti ini tentu menghambat distribusi barang dari dan ke Sabu Raijua yang berdampak ketersediaan barang dan melonjaknya harga.

"Kami berharap pemerintah pusat dan daerah punya konsep penanganan yang bisa membantu masyarakat Sabu Raijua," kata dia.

Masyarakat Sabu Raijua di NTT menyesalkan  kondisi dermaga penyeberangan di pelabuhan Ferry di wilayah setempat.

Warga kecewa dermaga itu rusak parah dan belum diperbaiki hingga saat ini. Akibatnya, kendaraan yang hendak menyeberang menggunakan kapal Ferry tergelincir hingga terbalik di dermaga.

Warga menilai terjadi pembiaran terhadap dermaga yang bolong dan tidak layak itu. Warga terpaksa menggunakan dermaga karena merupakan akses utama lalulintas penyebrangan dari dan ke daerah setempat. 

"Sungguh sedih ee.. Buat sdr2 sopir ekspedisi dong. Kasian skli. Bukan br pertama kali ini terjdi. Sdh berulang2 kali terjdi... Mau sampai kpn eee.. Memang asli sabu raijua su maju.. Dermaga feri penyebarangan saja mantap," tulis Mizuco Ella dalam unggahan Facebooknya, dikutip Rabu 10 Agustus 2022.

Dalam unggahan itu, sudah dibagikan lebih dari 20 kali oleh sesama pengguna Facebook. Ada warga yang mengomentari tentang lambannya penanganan dari Pemerintah setempat dengan kondisi demikian.

Ada juga yang mengkritisi kondisi Pelabuhan yang beralaskan kayu balok. Pihak terkait yang memiliki otoritas di dermaga tersebut, tidak luput dari sentilan warganet.

"Sabu ada maju dimn pelabuhan saja masi pake balok sonde liat itu oto exspedisi yg su model bgtu ko," kata Athenn Kadja Buenga dalam komentarnya.

Selain itu, ada warga yang turut berempati terhadap bis yang terbalik Sabtu 6 Agustus 2022 lalu. Bis bermuatan sembako itu hendak masuk ke dalam kapal Ferry namun, nahas, akibat dermaga yang tidak bagus, bus itu terbalik dan beberapa barang muatan terjatuh ke dalam laut sekitar dermaga.

Masyarakat berharap agar pemerintah dan pihak terkait bisa segera memperbaiki kondisi dermaga itu. Sebab, dermaga itu juga merupakan akses utama lalulintas logistik ke Kabupaten Sabu Raijua. (Fan)

Ikuti berita Pos-Kupang.com di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved