Berita Lembata Hari Ini

Pasca Bencana Seroja, Guru dan Siswa SDI Hamahena Lembata Belajar di Bawah Tenda Darurat

Lokasi gedung SDI Hamahena yang berada di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, tak bisa digunakan lagi akibat diterjang banjir dan longsor

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
SEKOLAH TENDA - Para guru dan siswa SDI Hamahena sampai saat ini masih melakukan aktivitas belajar dan mengajar di bawah tenda darurat yang dibentangkan di Tanah Merah, pemukiman relokasi bagi penyintas bencana seroja pada April 2021 silam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Para guru dan siswa SDI Hamahena sampai saat ini masih melakukan aktivitas belajar dan mengajar di bawah tenda darurat yang dibentangkan di Tanah Merah, pemukiman relokasi bagi penyintas bencana seroja pada April 2021 silam.

Lokasi gedung SDI Hamahena yang berada di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, tak bisa digunakan lagi akibat diterjang banjir dan longsor.

Sejak bencana, aktivitas pengajaran berpindah-pindah tempat; dari rumah-rumah warga, sekolah lain hingga di bawah naungan tenda darurat seperti sekarang.

Disaksikan Pos Kupang  di Tanah Merah, Sabtu, 6 Agustus 2022, terdapat satu tenda BNPB berwarna orange berukuran besar yang dipasang di tengah-tengah pemukiman Tanah Merah.

Ruangan di dalam tenda disekat menjadi tiga ruang kelas.

Masing-masing kelas dilengkapi dengan fasilitas seadanya seja; sebuah papan tulis, meja dan kursi untuk guru dan siswa.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Bantuan Seroja di NTT Harus Cepat Disalurkan

Pihak sekolah juga mendirikan satu ruangan darurat dari papan tripleks sebagai ruang kelas.

Tak jauh dari sana, berdiri satu gedung darurat berdinding bambu yang dibangun dengan dana dari Kementerian Pendidikan.

Dalam situasi penuh keterbatasan, para guru tampak antusias memberikan materi pelajaran kepada anak didik mereka.

Para murid yang hari itu mengenakan seragam cokelat pramuka juga terlihat mencatat materi pelajaran yang dipaparkan oleh guru mereka.

Sementara Kepala SDI Hamahena Emanuel Tena, menyebutkan, setelah bencana seroja, gedung sekolah mereka memang sudah tidak bisa dipakai lagi.

Oleh sebab itu, proses pengajaran digelar dari rumah ke rumah milik warga yang tidak terdampak bencana.

Baca juga: Kepala BPBD NTT Minta Pernyaluran Dana Stimulan Seroja Perlu Dipercepat

Kemudian, para siswa pun sempat dititipkan selama 3 bulan di SDN Lamahora, SDN Lamau, dan SDI Holoriang. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved