Breaking News

Berita Belu

Kementerian Perindustrian Bimbing Pelaku UMKM di Belu

menumbuhkan perekonomian di daerah sekaligus menciptakan pengusaha-pengusaha baru dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
PELAKU USAHA - Pelaku UMKM di Kabupaten Belu saat mengikuti Bimtek penumbuhan dan pengembangan wirausaha Industri Kecil dan Menengah, di Hotel Matahari, Kamis 4 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka menggandeng Komisi VII DPR RI melakukan bimbingan teknis (bimtek) penumbuhan dan pengembangan wirausaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Belu

Sasaran bimtek ini adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah di Kabupaten Belu

Kegiatan yang berlangsung sehari ini bertempat di Ball Room Hotel Matahari, Kamis 4 Agustus 2022. Kegiatan dibuka oleh Herman Herry, anggota Komisi VII DPR RI melalui Video Conference.

Baca juga: Blasius Bili, Petani Tomat asal Belu Berani Beralih dari Kebiasaan Lama

Hadir dalam acara pembukaan, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, tim dari Kementerian Perindustrian,  Kepala Dinas Perdagin Kabupaten Belu, Laurensius Nahak dan para pimpinan OPD. 

Dalam sambutannya, Herman Herry mengatakan, komisi VII DPR-RI menginisiasi program ini dengan tujuan untuk menumbuhkan perekonomian di daerah sekaligus menciptakan pengusaha-pengusaha baru dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Kementrian Perindustrian sebagai mitra komisi VII DPR RI melaksanakan kegiatan ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang melibatkan dua kabupaten yakni Belu dan Sumba Timur.

Dalam pelaksanaan kegiatan, kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah dan jajaran yang di kabupaten salah satunya menghadirkan peserta yang adalah pelaku UMKM dan usaha IKM. 

Herry berharap, melalui kegiatan ini bisa memajukan dan mendorong percepatan pertumbuhan wirausaha industri, khususnya bagi pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan Industri Kecil Menengah (IKM) sehingga pada akhirnya, mereka bisa mandiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lainnya. 

Baca juga: Anggota Polres Belu, Bripka Nasrul Gandeng Petani Tanam 700 Pohon Tomat 

Sebagai orang NTT, ungkap Herman Herry, kita sudah bekerja terus-menerus sebagai pengusaha, hanya belum terbiasa membuka industri kecil. Untuk menuju ke sana perlu peningkatan pengetahuan termasuk memahami nilai-nilai kewirausahaan seperti ketekunan, kreativitas, inovatif dan mandiri. 

Mengubah main set ini, kata Herry, sesuatu yang mudah diucap tapi sulit dilakukan. Oleh karena itu, bimtek dilakukan terus menerus. 

"Untuk mengubah main set masyarakat menuju industri kecil gampang diucapkan, tetapi tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Saya berharap, acara bimbingan teknis semacam ini bukan hanya sebatas formalitas pelatihan dan bimbingan teknis, tetapi lebih kepada menjadi pencetus mental pengusaha baru", pinta Herry yang juga berprofesi sebagai pengusaha. (*)

Berita Belu Lainnya 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved