Berita Belu Hari Ini

Hilang Kendali, Pengemudi Sepeda Motor di Belu Terjun Bebas ke Kali Hingga Tewas 

Dari hasil olah TKP serta keterangan saksi-saksi, polisi menarik kesimpulan sementara bahwa korban diduga lalai saat mengendara kendaraan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
OLAH TKP- Polisi dari Polres Belu melakukan identifikasi korban dan olah TKP, Sabtu 30 Juli 2022. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, polisi menyimpulkan korban tewas setelah sepeda motor dan korban terjun bebas ke kali. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA- Daniel Luan (48), warga Wedele, Desa Duabesi, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu ditemukan tewas di kali, persis di dekat Jembatan Maukumu yang berada di ruas Jalan Halilulik-Raimanuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu 30 Juli 2022.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, polisi menyimpulkan korban tewas setelah sepeda motor dan korban terjun bebas ke kali. 

Menurut Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto melalui Kasatlantas Iptu Brian Wicaksono saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Sabtu 30 Juli 2022 menjelaskan, peristiwa kecelakaan itu terjadi Jumat 29 Juli 2022 sekitar Pukul 23.30 Wita dan baru dilaporkan Sabtu 30 Juli 2022.

Dari hasil olah TKP serta keterangan saksi-saksi, polisi menarik kesimpulan sementara bahwa korban diduga lalai saat mengendara kendaraan. 

Korban mengendarai sepeda motor bergerak dengan kecepatan tinggi dan saat hendak memasuki tikungan kiri, pengendara hilang kendali dan menabrak batang pohon lamtoro kemudian terjun bebas ke bawah Jembatan Maukumu. 

Baca juga: Korban Penikaman di Belu Minta Pelaku Oknum Brimob Diproses Hukum 

Akibat dari kecelakaan tersebut Daniel Luan mengalami luka robek pada dahi, luka robek kepala belakang, luka lecet dada kanan, goyah gigi atas bagian depan, pendarahan dari telinga dan meninggal dunia di TKP.

Kapolsek Tasifeto Barat, Ipda Sam Ihim saat ditanya Pos Kupang. Com menambahkan, setelah jenazah korban dievakuasi dari TKP langsung dibawa ke Rumah Sakit Marianum Halilulik-Belu untuk dilakukan visum. 

Pihak keluarga menolak untuk diotopsi dan membawa jenazah korban ke kampung halamannya untuk dimakamkan. 

Keluarga korban, Kristoforus Rin Duka kepada wartawan mengatakan, setelah mendapat kabar tentang korban mengalami kecelakaan, ia berkomunikasi dengan keluarga yang lain mengenai peristiwa itu. Keluarga menerima kematian korban murni akibat kecelakaan. 

"Dari kejadian ini saya berdiskusi dengan beberapa keluarga termasuk kakak kandungnya almarhum yaitu bapak Markus, beliau secara legowo menerima dan mau bawa pulang adiknya untuk dimakamkan secara baik-baik di Beremuti Wedele, Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Duabesi," ungkap Kristo. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Brimob di Atambua Tikam Warga Halifehan 

Dari kejadian ini, Kristo yang adalah anggota DPRD Kabupaten Belu itu meminta pemerintah untuk memperhatikan pengaman jalan, terutama di area jembatan demi keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, di lokasi yang sama itu, sering terjadi kecelakaan. (jen).

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved