25 Tahun Uskup Agung Kupang

Gubernur NTT Mengaku Beri Kuasa ke Wagub jadi Kepala Daerah, Pertama di Indonesia

mantan anggota DPR RI Fraksi NasDem ini, ia telah memberikan kuasa kepada Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi untuk menjalankan roda pemerintahan

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
SAMBUTAN - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara pesta perak Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr di gereja Santa Maria Assumpta Kota Kupang. Rabu 27 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan kebijakannya mengenai jabatan gubernur yang dikendalikan wakil gubernur.

Dikatakan mantan anggota DPR RI Fraksi Nasdem ini, ia telah memberikan kuasa kepada Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi untuk menjalankan roda pemerintahan.

Segala bentuk kebijakan, akan diatur oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi,  berperan mengurus birokrasi dan tata kebijakan.

Ini juga tertuang dalam peraturan gubernur yang dikeluarkan sejak awal kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi ( Viktori-Joss ) sejak 2018 silam.

"Karena sebagai gubernur saya telah melimpahkan segala kewenangan kepada Josef Nae Soi sebagai gubernur untuk mengambil seluruh berkaitan dengan provinsi ini," kata Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi sambutan di acara pesta perak Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr, Rabu 27 Juli 2022 di Gereja Santa Maria Assumpta Kota Kupang.

Baca juga: Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Rayakan 25 Tahun Pelayanan

Dengan demikian, Wagub Josef Nae Soi akan leluasa mengambil atau secara teknis menandatangani administrasi tanpa harus kompromi dengan dirinya. Jikapun diperlukan, wagub hanya akan berkoordinasi.

Viktor mengkalim ini merupakan model terbaru sistem pemerintahan di Indonesia.

Belum ada daerah yang menggunakan kebijakan tersebut.

Bahkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kesempatan itu menantang Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore untuk berbuat hal yang sama.

Alasan utama terobosan itu terpaksa diambil adalah mempertimbangkan situasi di NTT yang dinilainya punya masalah yang kompleks.

Baca juga: Gubernur Viktor Apresiasi Uskup Agung Kupang

Baginya, gubernur tidak hanya menjalankan rutinitas di kantor tetapi lebih dari bagaimana memikirkan sesuatu yang yang lebih strategis.

"Oleh karena itu yang satu urus kantor, yang satu urus yang tidak diurus oleh kantor. NTT perlu ke arah situ," katanya. (Fan)

Ikuti terus berita Pos-Kupang.com di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved