KKB Papua

BPJamsostek Menjamin Perawatan dan Pendapatan Anggotanya yang Jadi Korban KKB Papua

Menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua saat sedang melaksanakan pekerjaan ternyata digolongkan kecelakaan kerja.

Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
KANTOR PUSAT - Tampak depan Kantor Pusat BPJAMSOSTEK. Korban penembakan KKB Papua yang tercatat sebagai anggota BPJAMSOSTEK dipastikan mendapat perawatan dari BPJAMSOSTEK hingga sembuh. 

POS-KUPANG.COM - Menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua saat sedang melaksanakan pekerjaan ternyata digolongkan kecelakaan kerja.

Kalau yang menjadi korban adalah anggota BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK, maka pihak BPJAMSOSTEK dipastikan akan membiayai perawatan dan menjamin pendapatan hingga si korban sembuh.

Dalam kasus penembakan 10 pekerja oleh KKB Papua, Sabtu 16 Juli 2022, ternyata salah satu di antaranya adalah anggota BPJS Ketenagakerjaan, bernama Hasdin. Dia merupakan seorang buruh kapal.

Pada saat terjadi penembakan itu, Hasdin sedang melaksanakan tugasnya. Alhasil dia mengalami luka tembak di bagian kaki dan lengan sehingga harus mendapat perawatan di RSUD Mimika.

Hasdin tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Warga Sulawesi Selatan dan terdaftar sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU) di BPJAMSOSTEK. Sehingga musibah yang menimpanya termasuk dalam kecelakaan kerja.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia menyayangkan tindak kekerasan yang terjadi.

Pihaknya memastikan bahwa BPJAMSOSTEK akan menanggung seluruh biaya perawatan peserta yang menjadi korban hingga sembuh tanpa batas biaya.

Jika korban tidak dapat bekerja untuk sementara waktu karena masih dalam masa pemulihan, BPJAMSOSTEK juga akan membayarkan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan dan selanjutnya 50 persen upah hingga sembuh.

Baca juga: Jenazah Yohanes Rangkas Korban Penembakan KKB Papua Dimakamkan Secara Adat Manggarai

Menurutnya, kejadian serupa sering terjadi, khususnya di daerah rawan konflik. Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada seluruh pekerja untuk membekali diri dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, karena risiko dalam bekerja dapat menimpa siapa saja dan kapan saja.

Pemerintah melalui BPJAMSOSTEK hadir memberikan perlindungan melalui lima program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Namun hal ini sekaligus menjadi bukti pentingnya perlindungan jaminan sosial. Karena dengan adanya perlindungan dari BPJAMSOSTEK, pekerja dapat berkerja dengan tenang yang secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerjanya,” tegas Roswita Nilakurnia .

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian, Selasa 19 Juli 2022 menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut serta mengimbau seluruh pekerja agar terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Sesuai dengan amanat undang undang, untuk kejadian kecelakaan kerja ini akan diberikan layanan pengobatan dan perawatan sampai yang bersangkutan sembuh atau pengobatan dinyatakan selesai secara medis, tanpa ada batasan biaya, itu sudah jadi komitmen kami,” katanya.

Baca juga: Komnas HAM Ungkap KKB Papua Beli Senjata dan Amunisi Pakai Dana Desa

Seperti diketahui, saat ini ada lima program yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK, selain program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), juga ada Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan yang terbaru adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Khusus untuk pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU) seperti Ojol, pedagang, petani, nelayan dan profesi bersifat individual lainnya bisa memilih mendaftar untuk minimal dua program yaitu JKK dan JKM

“Dengan beragam manfaat yang diberikan BPJAMSOSTEK, saya mengajak sahabat pekerja di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Timur untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan (kerja) agar lebih tenang dalam bekerja demi menggapai kesejahteraan bersama keluarga,” jelas Deny Yusyulian. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Buruh Kapal Jadi Korban Penembakan KKB Papua, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perawatan Hingga Sembuh

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved