Berita Kota Kupang Hari Ini

Marthen Anin Korban Seroja Belum Putuskan Ikut Relokasi 

Menurut Marthen, dirinya mendapat informasi dari korban Seroja lainnya bahwa pemerintah hendak memindahkan atau merelokasi mereka ke Manulai II

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
KORBAN - Marthen Anin korban badai Seroja menunjuk rumahnya yang berada di RT 14/RW 3, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Sabtu 16 Juli 2022. Rumahnya ini terdampak badai Seroja tahun lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANG- Marthen Anin, salah satu korban bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang belum memutuskan apakah dirinya bersama keluarga mengikuti program relokasi atau tetap tinggal di rumah mereka.

Saat ditemui Pos Kupang pada Sabtu 16 Juli 2022, Marthen Anin sedang berada di rumah mereka yang rusak akibat Seroja April 2021 lalu.

Rumah mereka yang terdampak bencana Seroja beralamat di RT 14 RW 3, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Menurut Marthen, dirinya mendapat informasi dari korban Seroja lainnya bahwa pemerintah hendak memindahkan atau merelokasi mereka ke Manulai II Kecamatan Alak.

"Kalau saya mana-mana saja, karena itu sudah satu tahun lebih kami belum dapat kepastian. Kalau mau relokasi kami tunggu saja," kata Marthen.

Baca juga: Progres Perbaikan Rumah Bantuan Akibat Badai  Seroja di Kota Kupang Sudah  73 Persen

Dijelaskan, karena belum ada kepastian maka dirinya setiap hari kembali ke rumah yang terkena dampak Seroja untuk memperbaiki.

"Memang bilang yang rusak berat ini dapat rumah, namun sampai sekarang belum ada kejelasan. Karena saya datang untuk mulai perbaiki daripada kami kos keluarkan biaya," katanya.

Dikatakan, pada tanggal 4 April 2021 lalu, hujan mengguyur Kota Kupang sehingga dirinya mengajak keluarga berdoa dan beristirahat.

Namun,pada Pukul 02:00 Wita, ada warga yang berteriak meminta agar mereka keluar dari rumah. 

"Saya dengar ada yang berteriak minta kami keluar dan bawa surat-surat penting. Sedangkan barang lainnya, diambil pada siang hari," katanya.

Baca juga: Korban Seroja di Kecamatan Oebobo Kota Kupang Masih Menunggu Bantuan dan Relokasi

Menurut Marthen, memang ada kerusakan yakni retak pada tembok rumah akibat tanah terbelah dan dikategorikan sebagai rumah rusak berat.

Dia mengakui, tanah yang dimiliki itu memiliki sertifikat hak milik. Sertifikat itu diurus bersama warga lainnya pada saat program nasional (prona) yang saat ini dikenal sebutan PTSL.

Sedangkan soal rumah bantuan untuk relokasi yang terletak di Manulai II, dia mengakui dirinya belum melihat langsung rumah itu.

"Memang ada yang pergi lihat dan saya  sendiri belum lihat. Tapi bagi saya biar rumah ini buruk tapi milik sendiri dan lebih baik," katanya.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved