Berita Undana

Ini yang Dilakukan Dosen, Mahasiswa dan Alumni Prodi Agroteknologi Faperta Undana di Poktan Pelangi

Ini yang Dilakukan Dosen, Mahasiswa dan Alumni Prodi Agroteknologi Faperta Undana di Poktan Pelangi

Editor: Ferry Ndoen

Ini yang Dilakukan Dosen, Mahasiswa dan Alumni Prodi Agroteknologi Faperta Undana di Poktan Pelangi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ini yang Dilakukan Dosen, Mahasiswa dan Alumni Prodi Agroteknologi Faperta Undana di Poktan PelangiDosen, mahasiswa, dan beberapa alumni Fakultas Pertanian (Faperta) Undana melakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  di Kelompok Tani (Poktan) Pelangi, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 1 Juli 2022 lalu. PKM ini mengambil tema, budidaya tanaman jagung dan hortikultura. 

PKM di Poktan Pelangi ini juga   dilatarbelakangi oleh pemanfaatan lahan pasca panen padi sawah tadah hujan, dimana setelah panen padi debit air yang tersisa sehingga dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman sayuran dan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air seperti jagung dan kacang hijau. 

Ketua Poktan Pelangi,   Herianus Liu, Sabtu 9 Juli 2022 mengatakan, pada musim hujan, debit air Sungai Amnesi  sangat banyak karena mendapatkan air dari beberapa sungai kecil. Oleh karena itu, petani di sekitar Kelurahan Bakunase membudidayakan padi sawah tadah hujan seluas kurang lebih 10 ha. 

"Petani mulai panen padi pada akhir  minggu keempat Bulan April dan minggu pertama Bulan Mei. Setalah panen padi masih ada air dan debit air semakin berkurang dan akan kering sekitar bulan Agustus dan September," kata Herianus.

Menurut Herianus, dengan melihat kondisi tersebut, maka ada beberapa petani yang memanfaatkan sumber air tersebut dengan membudidayakan tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, selada, dan jagung.  

Ketua Tim Pelaksana PKM, Petronella S. Nenotek mengatakan, sangat tepat sekali petani memilih jenis tanaman hortikultura dan jagung  pasca panen padi sawah karena sesuai dengan ketersediaan debit air. 

"Tanaman hortikultura tersebut merupakan tanaman sayuran umur pendek, sedangkan jagung termasuk tanaman yang tidak banyak membutuhkan air," kata Petronella.

Dikatakan,  untuk memanfaatkan sumberdaya yang tersedia, maka tim juga membuat demplot pola tanam sari jagung dan kacang hijau. Sedangkan metode pelaksanaan yang digunakan dalam PKM itu, yakni penyuluhan dan demplot.

Penyuluhan tentang budidaya tanaman sehat, dampak penggunaan pestisida sintetik yang tidak bijaksana (penggunaan pestisida sintetik yang berlebihan dan terjadwal) yang disampaikan oleh Rika Ludji S.P, M.Si dan Agustina E. Nahas, S.P., M.Si. Penyuluhan dan demplot tentang penggunaan trichokompos yang disampaikan oleh alumni Guria Seo, S.P., Maryo J.R Kune S.P., dan Alexander Sai S.P.  Pupuk hayati tersebut mengandung jamur Trichoderma sp yang dapat menghambat patogen tular tanah.

Wakil Dekan I Faperta Undana, Dr. Ir. Mayavira V. Hahuly, MCP saat itu mengatakan, saat ini Laboratorium Penyakit Tumbuhan Faperta Undana telah memproduksi Trichoderma lokal yang diperoleh dari beberapa lokasi di daratan Timor.

Sedangkan  Prof. Ir. Agnes V. Simamora, MCP., Ph.D mengatakan bahwa jamur antaognis Trichoderma sp. merupakan hasil riset yang telah dilakukan oleh beberapa dosen dan mahasiswa PS. Agroteknologi selama empat tahun terakhir. Jamur ini yang sangat bermanfaat sebagai pupuk maupun jamur antagonis,  sehingga petani/masyarakat yang membutuhkan bisa memesan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Faperta Undana.(*)

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved