Berita Malaka Hari Ini

Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin: Gereja Simbol Kerukunan

Oleh karena itu, menurutnya,  gereja ini merupakan simbol kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
WABUP -Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos memberi sambutan dalam acara pembukaan turnamen voli bola putra-putri OMK Paroki Betun, Desa Wehali, Jumat 8 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos atau akrab dikenal Kim Taolin ini mengatakan bahwa Gereja sebagai simbol kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan. 

Kim Taolin menyampaikan ini dalam sambutannya di acara pembukaan turnamen bola voli putra-putri orang muda katolik (OMK) Paroki Santa Maria Fatima Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, pada Jumat 8 Juli 2022.

Turnamen ini dilakukan dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Santa Maria Fatima Betun ke 108.

Baca juga: Pasca Banjir Melanda Malaka, BPBD Belum Mendata Tingkat Kerusakan Harta Benda

"Saya mengajak kita sekalian untuk mengenang sejarah singkat berdirinya gereja ini. Sejarah mencatat bahwa Gereja ini didirikan pada tanggal 20 Juli 1914 oleh seorang misionaris Belanda atas nama Pater Frans de' Lange, SVD,"ungkapnya.

Dikatannya, kepada umat Allah sekalian untuk mendoakan beliau yang telah mengabdikan diri dengan susah payah pada waktu itu bersama tokoh -tokoh lokal untuk mendirikan bangunan yang masih kita gunakan hingga saat ini.

"Tanggal 20 Juli nanti kita akan merayakan hari ulang tahun (HUT) Paroki ini yang ke 108," singkatnya.

Gereja tidak hanya dilihat sebagai gedung, namun menurut Kim Taolin Gereja merupakan persekutuan umat Allah. Ini tempat perjumpaan Tuhan dengan umat-Nya, tempat kita mensyukuri kasih dan kemurahan Tuhan, tempat kita menerima perintah dan ajaran tentang kebenaran dan keselamatan. 

Oleh karena itu, menurutnya,  gereja ini merupakan simbol kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan. 

Baca juga: Jenazah PMI Asal Kabupaten Malaka Meninggal Malaysia Tiba di Kupang

"Gereja ini tidak dibangun seorang diri. Gereja yang megah ini dibangun atas dasar persekutuan, kebersamaan dan perjuangan berbagai pihak," kata Kim Taolin yang juga Ketua  PKB Malaka ini. Tentunya banyak dari antara kita yang memiliki kenangan indah di Gereja ini. 

"Apalagi teman-teman orang muda katolik (OMK), mungkin ada yang cintanya bersemi di gereja ini," tambahnya membuat peserta voli bola putra-putri tersenyum ria. Gereja ini menjadi saksi bisu untuk begitu banyak kisah hidup kita. Dengan begitu Kim Taolin teringat akan lagu penyanyi legendaris Panbers "Gereja Tua". 

"Memang kita sudah memiliki gedung Gereja baru. Namun bangunan Gereja lama ini menyimpan banyak cerita," tandasnya.

Bagi adik-adik peserta lomba, ikutlah seluruh rangkaian perlombaan secara disiplin, taati aturan -aturan yang berlaku dengan setiap perlombaan, asah ketrampilan, tunjukkan kemampuan dan kreativitas terbaik dan bersikap secara sportif. 

Bagi tim juri, saya minta untuk bersikap secara objektif, rasional dan menghindari keberpihakan yang dapat mengacaukan tujuan mulia dari acara ini. 

Baca juga: Polisi di Malaka Bagi Sembako Kepada Warga Korban Genangan Banjir di Desa Fahiluka

Dekan Malaka, Pastor Edmundus Sako, Pr mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan dalam cinta dan kasih Allah. 

"Kegiatan ini dalam rangka menyongsong HUT Paroki Santa Maria Fatima Betun ke 108. Peserta lomba ini dari sebelas desa yang ada dalam wilayah Paroki Betun," katanya. 

Tidak hanya sebatas kegiatan voli putra-putri namun kata Pastor Edmundus Sako, Pr bahwa akan diikuti dengan lomba baca Kitab Suci antar SD dalam wilayah Paroki Betun ini. 

"Kita berharap agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses sampai selesai," tutupnya singkat.(*)

Berita Malaka lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved