Berita Sumba Barat Hari Ini

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Siap Sosialisasikan Bahaya PMK

harus diperketat atas lalu lintas hewan rentan tertular PMK yakni sapi, babi, kerbau, kambing, domba dan sejenisnya.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kepala Dinas Peternakan Sumba Barat, drh.Hamadoku Wedo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK- Kepala Dinas Peternakan, Kabupaten Sumba Barat, drh.Hamadoku Wedo menyatakan, pihaknya terus mensosialisasikan bahaya penyakit mulut dan kuku atau PMK kepada masyarakat.

Hal itu mengingat mata pencharian masyarakat Sumba Barat umumnya adalah usaha ternak perorangan dengan skala terbatas. Dengan demikian, masyarakat bisa mencegahnya.

Menurut Hamadoku, salah satu cara adalah segera melapor kepada petugas bilamana menemukan gejala penyakit pada hewan miliknya,  milik tetangga  atau masyarakat kepada petugas.

Baca juga: Bupati Yohanis Sampaikan Jawaban Terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumba Barat

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat, drh.Hamadoku Wedo menyampaikan hal itu kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis 7 Juli 2022.

Menurutnya, Sumba Barat khususnya dan NTT umumnya masih bebas tertular virus PMK.

Karena itu sangat berharap pintu masuk di Pulau Sumba yakni di Pelabuhana Waikelo Sumba Barat Daya dan Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur harus diperketat atas lalu lintas hewan rentan tertular PMK yakni sapi, babi, kerbau, kambing, domba dan sejenisnya.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Timur harus memperketat pintu masuk hewan dari luar terutama daerah tertular seperti NTB, Bali dan Surabaya serta sejumlah daerah lainnya yang sudah positip tertular PMK.

Dengah demikian, daerah ini aman dari serangan penyakit PMK membahayakan itu.(*)

Berita Sumba Barat lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved