Berita Malaka Hari Ini

Pasca Banjir Melanda Malaka, BPBD Belum Mendata Tingkat Kerusakan Harta Benda

Pasca kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka sampai saat ini belum mendata kerusakan harta benda milik warga

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Istimewa
TERGENANG - Keadaan rumah warga yang digenangi air banjir di Malaka. Sampai saat tingkat kerusakan sebagai dampak dari banjir belum didata oleh BPBD Kabupaten Malaka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Selama lima hari belakangan wilayah Kabupaten Malaka diguyur hujan deras sejak Selasa 28 Juni 2022 sampai Sabtu 2 Juli 2022. Hal ini mengakibatkan ratusan rumah warga digenangi air banjir. 

Ratusan rumah warga yang digenangi air banjir ini terhitung dari wilayah Aintasi meliputi Desa Bereliku, Desa Naimana, Desa Fahiluka, Desa Railor, Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah. 

Kemudian ratusan rumah warga lainnya terpantau di wilayah Kecamatan Malaka Barat meliputi Desa Oan Mane, Desa Halibasar, Desa Umatoos dan sekitarnya.

Pasca kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka sampai saat ini belum mendata kerusakan harta benda milik warga. 

Secara terpisah Kepala BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran kepada Pos Kupang melalui via telepon seluler dari Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Sabtu 2 Juli 2022 membenarkan hal tersebut.

"Sampai saat ini memang belum didata rumah warga yang digenangi air hujan beberapa hari terakhir ini, namun ia sudah berkoordinasi dengan kepala desa untuk mendata rumah warga yang terdampak genangan air hujan ini," terangnya kepada Pos Kupang.

Dikatakannya, kepala desa sampai sekarang belum menyampaikan laporan tertulisnya terkait berapa rumah yang digenangi air hujan tersebut.

"Laporan bisa melalui via pesan watsApp dan tertulis," ujarnya singkat.

Ary Seran warga Desa Railor Kecamatan Malaka Tengah kepada Pos Kupang melaporkan bahwa tidak hanya rumah warga yang digenangi air banjir namun lahan pertanian ikut terendam. 

"Semoga pemerintah bisa memperhatikannya," singkatnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved