Berita Malaka Hari Ini

Ratusan Rumah Warga di Malaka Masih Digenangi Banjir

Warga yang ada di wilayah itu terpantau masing-masing sibuk membersihkan rumah dan anak-anak bermain genangan air hujan yang ada di halaman rumah

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
TERGENANG - Pasca banjir yang melanda wilayah Malaka beberapa hari ini, sejauh ini rumah milik warga khusus di wilayah Aintasi Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, masih digenangi banjir seperti tampak pada gambar yang diabadikan, Jumat 1 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Selama tiga hari belakangan wilayah Kabupaten Malaka diguyur hujan deras sejak Selasa 28 Juni 2022 malam sampai Kamis 30 Juni 2022 mengakibatkan ratusan rumah warga terpantau masih digenangi air hujan. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, pada Jumat 1 Juli 2022 ratusan rumah warga di Kecamatan Malaka Tengah wilayah Aintasi meliputi, Desa Bereliku, Desa Naimana, Desa Fahiluka, Desa Railor, Desa Lawalu, masih digenangi air banjir. 

Mayoritas rumah warga yang masih digenangi banjir terlihat di Desa Fahiluka, Desa Railor, Desa Lawalu.

Warga yang ada di wilayah itu terpantau masing-masing sibuk membersihkan rumah dan anak-anak bermain genangan air hujan yang ada di halaman depan rumah milik mereka. 

Sedangkan orangtua mereka sibuk mengamankan ternak piaraan ke ketinggian supaya tidak mati kedinginan. Sementara warga lainnya sibuk mengamankan sepeda motor milik mereka supaya tidak rusak akibat genangan air hujan ini. 

Baca juga: Dampak Hujan Berkepanjangan Lahan Jagung Milik Warga di Malaka Digenangi Banjir

Sementara Dion warga Desa Fahiluka ketika ditemui Pos Kupang di halaman depan Gereja Katolik St. Andreas Bolan mengatakan bahwa wilayah itu sudah menjadi kebiasaan ketika musim penghujan pasti terima banjir atau ada genangan air hujan pada rumah warga. 

"Iya ini sudah dari tahun ke tahun seperti ini kalau turun hujan musti terjadi banjir atau sisahkan genangan air hujan, " jelasnya.

Secara terpisah Camat Malaka Tengah, Stefanus Klau Nahak, S.Pi kepada Pos Kupang mengatakan bahwa, beberapa titik di wilayah Aintasi sudah ia memantau langsung dan memang persoalan hanya satu, yakni drainase yang tidak lebar sehingga ketika hujan, air hujan bisa meluap. 

"Maka rumah warga bisa digenangi air hujan, karena itu warga diimbau untuk tetap jaga kesehatan dan pola makan yang teratur karena rentan sakit," katanya. 

Terkait dengan drainase menurut Stefanus Klau Nahak bahwa ke depannya kalau ada pengerjaan jalan harus diperhatikan drainasenya. Drainasenya harus perlebar sehinga saat hujan seperti ini air hujan tidak meluap.

Baca juga: Hujan Guyur Malaka Tanpa Henti, Warga Mulai Mengamankan Ternak Piaraan

"Dan rumah warga dan lahan jagung milik warga tidak lagi digenangi air hujan," katanya. 

Sementara Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos melalui akun fanspage menuliskan bawah, pentingnya untuk dicegah saat musim hujan ekstrim begini tingkatkan kewaspadaan. 

Dikatakannya, warga diminta mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan apabila butuh dievakuasi, tolong segera kontak kepolisian, tim Tagana dan tim penanggulangan bencana.

"Yang terpenting jangan sampai kehujanan di luar, nanti sakit flu," tulis Wabup Kim Taolin-sapaan akrabnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved