Berita NTT Hari Ini

Dalam Setahun Sekitar 10 Juta Barang Ilegal HKT Masuk ke Indonesia

Itu nanti setelah ngisi form, termasuk nationality, nama, alamat, dari penerbangan, kode, merk, nanti dapat scan barcode

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST - Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai, Viki Hendra Puspita bersama Host Jurnalis Pos Kupang, Eflin Rote, Selasa 28 Juni 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai, Viki Hendra Puspita mengungkapkan, dalam setahun sekitar 10 juta barang illegal HKT (Handphone, Komputer genggam, Tablet) masuk wilayah Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp. 2.3 triliun.

Berikut cuplikan wawancara eksklusif Pos Kupang bersama Bea Cukai Kupang dalam Podcast Pos Kupang, Selasa, 28 Jun 2022. 

E : Kenapa orang harus registrasi IMEI? 

V : Kalau boleh cerita untuk latar belakangnya kita flashback ke tahun 2019. Jadi memang peredaran HKT. Itu biasa kita sebut untuk handphone, komputer genggam sama tablet. Itu kan rata - rata untuk perangkat dan alat yang terkoneksi dengan jaringan seluler bergerak itu memang harus diregistrasi dengan international mobile equipment identify (IMEI) jadi dari Menkominfo juga seperti itu.

Nah kenapa kita buat aturan untuk pendaftaran atau pengendalian, ini dikarenakan ada potential lost yang sangat besar, ada gap yang sangat besar, terkait dengan perpajakan juga karena diperkirakan dalam satu tahun itu sekitar 10 juta barang illegal HKT itu yang masuk ke Indonesia dari data tahun 2019. Itu bisa menimbulkan kerugian sekitar 2.3 triliun satu tahun. 

E : Lumayan besar ya? 

V : Besar sekali makanya beberapa instansi dari Kominfo, dari Kemenperin, Perindag, dari kita sendiri selalu kita menjalankan fungsi untuk community protector, sekaligus nantinya sebagai revenue collector karena dimana ada pelarian keuangan negara juga di situ mendeklarasikan untuk pembatasan aturan IMEI tersebut.

Nah itu juga ada akuisisi dengan aturuan dari Kemenkominfo yang di peraturan nomor 1 2020, Permendag juga sama, di kita diatur dengan peraturan dari Dirjen nomor 13 tahun 2021 yang merupakan perubahan dari peraturan 05 tahun 2020.

Seperti itu. Jadi kenapa perlu didaftarkan, ya kita tujuannya satu, untuk menjamin pertumbuhan industri HKT, industri handphone, komputer nasional lebih kondusif.

Yang kedua, mungkin untuk menurunkan angka penyelundupan, yang ketiga untuk menyadarkan yang secara umum sendiri untuk konsumen itu terjamin menggunakan perangkat itu. Jadi tidak diblokir atau ada garansi resmi, seperti itu. 

E : Perangkat telemomunikasi seperti apa yang perlu diregistrasikan IMEInya? 

V : Kembali lagi tadi sudah saya sebutkan HKT, handphone, komputer genggam, tablet yang notabene perangkat - perangkat tersebut terhubung jaringan seluler bergerak. Jadi apabila mereka mendapatkan jaringan WIFI saja kan tetap bisa digunakan alat ini.

Namun demikian bagaimana dengan GPS atau yang di situ ada sim card, semua yang ada sim cardnya yang bisa dipakai untuk telepon, smart watch, yang jelas alat - alat seperti itu pendaftarannya di kita ini khususnya untuk per 13 ini khususnya untuk HKT saja. Tapi untuk pendaftaran yang lain itu di Menkominfo. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved