Berita Nagekeo Hari Ini

Yayasan Wadah Tian Harapan dan Barefoot Gelar Pelatihan Pengelolaan Listrik di Nagekeo

Peserta pelatihan terdiri dari 14 perempuan yang memenuhi kriteria sesuai ketetapan Wadah, Barefoot dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
BERTEMU - Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan, Anie Hashim Djoyohadikusumo saat bertemu Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco di Aula Setda Nagekeo, Selasa 21 Juni 2022. Pertemuan ini membahas soal pelatihan pengelolaan listrik tenaga surya ( LTS ) bagi para teknisi di Kabupaten Nagekeo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY - Pihak Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama Yayasan Tian Harapan dan Barefoot menggelar pelatihan pengelolaan listrik tenaga surya bagi calon teknisi dari satu kelurahan dan empat desa di Kabupaten Nagekeo.

Pelatihan pengelolaan listrik tenaga surya ( LTS ) bagi para teknisi di Kabupaten Nagekeo ini merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari bantuan 600 unit listrik tenaga surya untuk rumah tangga (solar home system) bagi 5 desa/kelurahan di kabupaten tersebut, termasuk dalam paket kerjasama antara Yayasan Wadah Tian Harapan (Wadah), Barefoot College International ( Barefoot ) dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan pelatihan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 23-30 Juli 2022 di Valensof Guesthouse Mbay, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Para peserta pelatihan tersebut terdiri dari 10 orang dengan rincian 2 orang dari Makipaket Kelurahan Mbay II, 2 orang dari Desa Rendubutowe, 2 orang dari Desa Tedakisa, 2 orang dari Desa Tedamude, dan 2 orang dari Desa Pagomogo.

Baca juga: Tiwu Ldapha Ldhero, Surga Tersembunyi di Wilayah Perbatasan Ende-Nagekeo

Di bawah payung kerjasama tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyediakan dukungan biaya pelatihan bagi tujuh calon teknisi, sedangkan Wadah dan Barefoot College menyediakan tenaga pelatih, materi, alat, dan bahan pelatihan.

Peserta pelatihan terdiri dari 14 Perempuan yang memenuhi kriteria sesuai ketetapan Wadah, Barefoot dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak tujuh dari 14 orang tersebut telah telah mengikuti pelatihan pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 di kampus Barefoot College International, Tilonia Rajasthan India, sedangkan 7 peserta lagi akan mengikuti pelatihan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022 di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk melatih calon teknisi LTS agar mampu mengenal alat, bahan dan komponen LTS, membuat unit LTS untuk rumah tangga (SHS), memasang/menginstalasi unit LTS di rumah masyarakat penerima manfaat, merawat, mengenal dan mengidentifkasi gangguan dan kerusakan komponen LTS, memperbaiki dan/atau mengganti komponen LTS yang rusak, serta menjadi contoh/teladan bagi penerima manfaat dalam menata dan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonominya.

Baca juga: Bupati Don Bosco Lantik Tujuh Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkup Setda Nagekeo

Selain itu hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah calon teknisi yang mahir menyebutkan nama alat, bahan, dan komponen serta menggunakannya sesuai dengan fungsi masing-masing, mampu mengidentifikasi alat, bahan dan komponen dan merakit sekurang-kurangnya 5 unit LTS yang siap dipasang di rumah penerima manfaat.

Juga menetapkan dan menyebut letak/lokasi/titik pemasangan masing-masing komponen di rumah penerima manfaat, menyebutkan dan menjelaskan hubungan antara kerusakan yang terjadi pada suatu komponen dan gangguan yang terjadi pada komponen lain dari unit LTS rumah tangga, memeriksa dan menentukan komponen LTS rumah tangga yang rusak serta merekomendasikan komponen yang sesuai dan memperbaikinya dengan tepat.

Para peserta pelatihan juga diharapkan mampu menjelaskan teknik fasilitasi masyarakat penerima manfaat LTS untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya di bidang Pendidikan, Kesehatan dan ekonomi.

Dengan langkah-langkah berikut, mengidentifikasi masalah dan kebutuhan, mengidentifikasi kapasitas, dan potensi yang dimiliki pada diri dan lingkungan, mengidentifikasi dukungan dari pemerintah desa, kabupaten dan pihak lain, melaksanakan, mengendalikan, mengawasi dan mengevaluasi.

Baca juga: Bupati Nagekeo Apresiasi Pelatihan AMP-SR Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan ini memuat 3 ( tiga ) pokok bahasan yang terdiri dari Listrik Tenaga Surya, Kewadahan, dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo di sektor energi baru terbarukan dengan struktur pokok bahasan yang didistribusikan dalam 33 hari.

Sedangkan metode yang digunakan adalah ceramah, presentasi dan, tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan (individu dan kelompok), dan praktek di kelas dan lapangan.

Pelaksanan pelatihan ini melibatkan tim wadah yang terdiri dari Pelindung dan Pengarah, Ketua Yayasan sebagai Penanggung Jawab, Sekjen, Koordinator, Kepala Departemen Operasional, Anggota, Staf Departemen Operasional Pusat, RWD Sikka dan sukarelawan Wadah di Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, yang menjadi narasumber dan pelatih adalah team gabungan antara Wadah dan Pemerintah Kabupaten Nagakeo dengan rincian Orientasi Kewadahan Zakiyah Samal dan Adi Hermawan, Kebijakan Pemerintah Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, dan Kadis Naketrans Aurelius Assan, Teknis LTS Rasmi, dan Gaudensius Botu. (tom)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved